JAKARTA - Sosis adalah makanan favorit di banyak negara. Makanan ini terbuat dari daging giling, seperti sapi atau ayam yang dicampur dengan garam dan rempah, lalu dibungkus dengan selongsong (casing).
Namun, tahukah kamu kalau cara mengolah sosis ternyata bisa mengubah kandungan gizinya? Beberapa cara memasak jauh lebih sehat untuk tubuh, sementara metode tertentu justru bisa memunculkan senyawa beracun.
Yuk, bahas cara paling tepat dan sehat untuk memasak sosis!
Sosis adalah bahan makanan yang sangat fleksibel. Berikut adalah beberapa metode yang paling populer:
Merebus adalah salah satu cara termudah. Kamu cukup memasukkan sosis satu per satu ke dalam sepanci air mendidih. Sosis yang sudah matang dari pabrik biasanya butuh waktu sekitar 10 menit, sementara sosis mentah butuh sampai 30 menit.
Sosis rebus memang tidak akan garing atau kecokelatan di luar. Tapi tenang, kamu bisa menumisnya sebentar di wajan dengan sedikit minyak setelah direbus. Ingat, hanya sosis utuh yang cocok direbus, bukan sosis berbentuk pipih (patty).
Metode memasak dengan suhu tinggi dan panas kering ini memang lezat. Bedanya, grilling menggunakan sumber panas dari bawah sosis, sedangkan broiling menggunakan panas dari atas (biasanya menggunakan fitur broil di dalam oven).
Sayangnya, suhu tinggi pada metode ini bisa memicu terbentuknya senyawa berbahaya seperti heterocyclic amines (HA), polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), dan advanced glycation end products (AGE). Senyawa-senyawa ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, penyakit jantung, dan diabetes.
Metode ini menggunakan wajan dengan suhu tinggi. Kamu cukup memasaknya dengan sedikit minyak sampai kedua sisinya kecokelatan.
Gunakan minyak yang sehat seperti minyak zaitun atau minyak alpukat yang tahan suhu panas tinggi. Sama seperti memanggang, memasak sosis terlalu lama dan sampai gosong dengan metode ini juga bisa memicu terbentuknya senyawa berbahaya.
Untuk metode ini, sosis biasanya dibalur dengan adonan tepung, lalu digoreng terendam dalam minyak panas yang banyak. Walaupun rasanya sangat lezat, metode ini secara drastis menambah kalori dan lemak total pada sosis.
Risiko terbentuknya senyawa beracun juga ikut meningkat. Jadi, kalau kamu sedang menjaga berat badan, sebaiknya hindari sosis yang dimasak dengan cara ini.
Ini adalah cara yang bagus untuk membuat sosis yang garing, terutama dalam porsi besar. Cukup panggang sosis di suhu 180°C selama 15–20 menit untuk ukuran kecil, atau 30–40 menit untuk sosis yang besar.
Jangan lupa balik sosis di tengah proses agar matangnya merata. Kalau takut sosisnya jadi terlalu kering, kamu bisa merebusnya sebentar sebelum dimasukkan ke oven agar bagian dalamnya tetap juicy.
Cara paling sehat untuk memasak sosis adalah dengan merebus atau memanggangnya di oven. Kedua metode ini hampir tidak butuh tambahan minyak dan paling minim risiko memunculkan senyawa berbahaya.
Sebaliknya, deep frying (menggoreng terendam minyak) adalah cara yang paling tidak sehat karena tinggi lemak dan kalori. Menggoreng dengan sedikit minyak (pan-fry) masih menjadi pilihan yang baik, asalkan kamu menggunakan minyak sehat dan tidak memasaknya sampai gosong.
Cara Sehat Makan Sosis
Walaupun enak, sosis bukanlah pilihan daging yang paling sehat karena tergolong sebagai daging olahan. Banyak penelitian mengaitkan konsumsi daging olahan dengan penyakit kronis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kanker usus.
Meski begitu, bukan berarti kamu tak boleh makan sosis sama sekali. Kamu tetap bisa menikmatinya sesekali dengan beberapa trik ini:
Sosis yang kurang matang bisa memicu keracunan makanan karena daging mentah bisa membawa bakteri atau virus berbahaya. Terkadang, walaupun bagian luarnya sudah garing, bagian dalamnya bisa saja masih mentah.
Cara paling akurat untuk mengeceknya adalah menggunakan termometer daging; suhu di bagian tengah sosis harus mencapai 74°C. Alternatif lainnya, rebus sosis terlebih dahulu sebelum digoreng atau dipanggang agar kamu yakin sosis tersebut matang sempurna sampai ke dalam.
(Agustina Wulandari )