Di bawah usia tersebut, anak-anak belum memiliki kemampuan mengunyah yang matang karena mereka belum mempunyai gigi geraham yang kuat untuk menggilas makanan dengan sempurna.
Selain menyumbat tenggorokan, bahaya lain yang mengintai adalah aspirasi, yakni kondisi ketika serpihan makanan terhirup masuk ke dalam paru-paru, bukan ke lambung. Jika serpihan popcorn masuk ke paru-paru, benda asing ini tidak bisa larut begitu saja. Hal ini dapat memicu komplikasi serius, seperti peradangan, infeksi paru-paru kronis (pneumonia aspirasi), hingga berujung fatal jika menyumbat jalan napas total.
Menurut para pakar, sebaiknya Mom dan Dad menunggu sampai anak berusia setidaknya 4 atau 5 tahun sebelum memperkenalkan popcorn. Pada usia ini pun, anak tetap harus diawasi dengan ketat saat makan dan diajarkan untuk mengunyahnya secara perlahan.
Sebagai alternatif, apabila si kecil menyukai camilan yang renyah, Mom bisa memberikan pilihan yang lebih aman dan mudah lumer di mulut. Camilan seperti puffs khusus bayi, kue beras mini (rice cakes), atau biskuit lunak bisa menjadi pilihan yang menyenangkan sekaligus menenangkan hati orang tua.
Jadi, pastikan untuk selalu mengawasi setiap makanan yang masuk ke mulut si kecil, ya Moms!
(Agustina Wulandari )