Ironisnya, lanjutnya, orang yang hobi olahraga satu jam, tapi duduk terus selama 10 jam setelahnya punya risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Artinya, olahraga tidak bisa menghapus efek duduk-duduk terlalu lama. Yang dibutuhkan adalah pergerakan kecil yang rutin sepanjang hari.
“Kalau lama-lama dengan kebiasaan ini, yang rusak bukan lagi pembuluh darah, tetapi juga fungsi endotel jantung yang merupakan lapisan pelindung yang paling penting dalam sistem kardiovaskular,” ucapnya.
Kebiasaan duduk terlalu lama bukan hanya dialami oleh pekerja kantoran, tetapi juga ibu rumah tangga yang menjahit, hingga anak-anak yang betah duduk sambil bermain gadget. “Solusinya nggak perlu ekstrem, kamu cukup berdiri atau berjalan setiap 30-60 menit sekali. Bangkit dari kursi, jalan kaki dua atau tiga menit, atau lakukan peregangan ringan. Nggak harus sampai olahraga berat,” tutur dr. Erta.
(Agustina Wulandari )