Viral! Konten Kreator Dirujak Netizen Gegara Parodikan Disabilitas

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 05 Juni 2026 16:10 WIB
Viral! Konten Kreator Dirujak Netizen Gegara Parodikan Disabilitas (Foto: TikTok)
Share :

JAKARTA - Seorang konten kreator TikTok bernama Xander menjadi sorotan publik setelah sejumlah videonya dianggap melecehkan penyandang disabilitas. Konten yang dibuat dengan menirukan ekspresi dan gerakan tertentu tersebut memicu gelombang kritik dari warganet hingga komunitas penyandang disabilitas.

Pemilik akun TikTok @violettaaxandrea itu diketahui beberapa kali mengunggah video yang menampilkan parodi terhadap kondisi disabilitas. Ironisnya, konsep konten tersebut juga digunakan saat mempromosikan produk kecantikan yang bekerja sama dengannya.

Dalam salah satu video yang beredar di media sosial, Xander tampak menirukan ekspresi yang diasosiasikan dengan penyandang disabilitas sambil mencoba produk lip tint. Pada unggahan lain, ia juga terlihat menirukan gerakan yang menyerupai gejala tic disorder, yakni gangguan neurologis yang ditandai dengan gerakan atau suara berulang yang muncul di luar kendali penderitanya.

Aksi tersebut menuai kecaman karena dinilai sebagai bentuk ableism atau diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Menurut definisi yang digunakan oleh American Psychological Association (APA), ableism merupakan prasangka, stereotip, maupun perlakuan diskriminatif terhadap individu dengan disabilitas. Bentuknya dapat berupa candaan, penggambaran yang merendahkan, hingga perlakuan yang menempatkan penyandang disabilitas sebagai objek olok-olok.

Merendahkan Disabilitas

Perilaku semacam ini dinilai dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental penyandang disabilitas. Mereka berisiko merasa diremehkan, distigma, dan dipandang hanya berdasarkan kondisi yang dimiliki. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa paparan perilaku ableism dapat meningkatkan perasaan malu, kecemasan, hingga gejala depresi pada penyandang disabilitas.

Salah satu kritik datang dari kreator konten Sadam Permana yang diketahui hidup dengan tic disorder. Melalui unggahan di akun TikTok miliknya, Sadam menyampaikan keberatannya terhadap konten yang dibuat Xander.

"Ini nggak lucu sama sekali dan bukan bahan candaan. Sebagai pemilik tic disorder, jujur ini sangat menyinggung aku pribadi. Ketika aku mengalami tick, tubuh aku bisa mengeluarkan gerakan beberapa kali. Video yang dia buat juga bisa menyinggung temen-temen yang punya sindrom atau kebutuhan khusus lainnya," kata Sadam dalam unggahannya di TikTok, dikutip Kamis (3/6/2026).

Tak hanya kreator konten dan komunitas disabilitas, sejumlah warganet juga mempertanyakan perusahaan atau merek yang bekerja sama dengan Xander. Mereka menilai brand seharusnya lebih selektif dalam memilih figur untuk kegiatan promosi.

Seorang ibu yang mengaku memiliki anak berkebutuhan khusus turut menyampaikan kekecewaannya melalui kolom komentar.

"dek, anakku pejuang epilepsy, aku doakan kamu menjadi seperti yang dalam videomu ya," tulis akun gheamirrela.

Komentar serupa juga ramai bermunculan dari pengguna media sosial lainnya.

"Gamau maafin, soalnya bikin sakit hati," tulis akun lain.

"mudah-mudahan Allah mengizinkan kamu seperti itu kak," tulis akun @e y a ????.

Kasus ini kembali memunculkan diskusi mengenai pentingnya sensitivitas dalam pembuatan konten digital. Banyak pihak menilai bahwa kondisi disabilitas dan gangguan kesehatan tidak seharusnya dijadikan bahan lelucon demi meraih perhatian atau meningkatkan interaksi di media sosial.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya