JAKARTA - Menstrual cup kini mulai dikenal luas sebagai alternatif pembalut dan tampon yang lebih ramah lingkungan. Namun, di banyak tempat, penggunaan menstrual cup masih dianggap tabu karena berkaitan dengan pembicaraan seputar menstruasi yang selama bertahun-tahun jarang dibahas secara terbuka.
Salah satu produk menstrual cup yang cukup dikenal adalah Mooncup, cangkir menstruasi berbahan silikon medis yang dapat digunakan berulang kali. Produk ini pertama kali diperkenalkan pada awal 2000-an oleh dua perempuan asal Brighton, Inggris. Saat itu, membicarakan menstruasi secara terbuka masih dianggap tidak lazim sehingga kehadiran produk ini sempat mendapat penolakan dari masyarakat.
Salah satu pendiri Mooncup, Eileen Greene, mengungkapkan bahwa pada masa awal peluncuran, banyak orang merasa canggung bahkan enggan mendekati stan promosi mereka di festival atau pameran. Kini, situasinya mulai berubah dan percakapan mengenai menstruasi menjadi lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.
Melansir Guardian, menstrual cup adalah alat berbentuk cangkir kecil yang terbuat dari silikon lentur dan dimasukkan ke dalam vagina untuk menampung darah menstruasi. Berbeda dengan pembalut atau tampon yang sekali pakai, menstrual cup bisa dicuci dan digunakan kembali hingga bertahun-tahun.
Produk ini mampu menampung darah lebih banyak dibanding tampon biasa sehingga dapat digunakan hingga sekitar delapan jam sebelum dikosongkan. Setelah dilepas, pengguna hanya perlu membuang darah, mencuci cup, lalu menggunakannya kembali.