Bawang Putih Bawa Manfaat untuk Kesehatan, Cek Faktanya!

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 25 Mei 2026 12:09 WIB
Manfaat bawang putih. (Foto: dok Freepik/jcomp)
Share :

JAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia, bawang putih sudah familiar untuk bahan masakan. Bawang putih hampir selalu hadir di setiap tumisan, sup, hingga gorengan sehari-hari. Ternyata, di balik aromanya yang khas dan bikin masakan jadi sedap, bawang putih menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa.

Sejak zaman Yunani Kuno, bapak kedokteran Hippocrates bahkan sudah meresepkan bawang putih untuk mengobati berbagai penyakit. Beruntung, sains modern saat ini berhasil membuktikan bawang putih menyimpan manfaat baik untuk kesehatan.

Rahasia di Balik Potongan Bawang Putih

Melansir Healthline, ternyata manfaat terbesar bawang putih justru keluar saat kondisinya hancur. Ketika kamu menggeprek, mencincang, mengulek, atau mengunyah bawang putih, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan senyawa sulfur. Salah satu senyawa yang paling terkenal adalah allicin.

Namun, perlu dicatat bahwa allicin ini adalah zat yang tidak stabil dan mudah hilang setelah terpapar panas. Karena itu, ada trik tersendiri yang dikenal dengan 10-minute garlic rule. Caranya, setelah bawang putih dicincang, diamkan dulu selama 10 menit sebelum dimasak.

Langkah sederhana ini membantu menjaga kadar allicin agar tidak rusak total saat terkena suhu kompor. Kalau kuat dengan rasanya, mengonsumsi bawang putih dalam keadaan mentah justru dinilai memberikan manfaat yang jauh lebih optimal.

Menurunkan Tekanan Darah Setara Obat Medis

Zat yang terkandung dalam bawang putih mampu menjaga kesehatan jantung. Penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke, masih menjadi salah satu pembunuh nomor satu di dunia. Untuk itu, bawang putih hadir menjadi benteng pertahanan alami tubuhmu.

Sebuah riset pada 2020 menemukan bahwa suplemen bawang putih mampu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi secara signifikan. Menariknya lagi, para peneliti mencatat bahwa efektivitas bawang putih ini hampir setara dengan beberapa jenis obat tekanan darah resep dokter, namun dengan efek samping yang jauh lebih minim. Allicin mampu bekerja dengan cara membatasi produksi hormon angiotensin II yang memicu penyempitan pembuluh darah, sekaligus membantu merelaksasikan saluran darah.

Tak hanya itu, riset lainnya pada 2016 menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen bawang putih secara rutin selama lebih dari dua bulan bisa menekan kadar kolesterol jahat (LDL) hingga 10 persen.

Obat Pereda Flu hingga Detoks Racun

Bawang putih juga kaya akan antioksidan yang melindungi tubuh dari kerusakan oksidatif akibat radikal bebas. Ini artinya, rutin mengonsumsi bawang putih dapat membantu menurunkan risiko penyakit kognitif degeneratif seperti Alzheimer dan demensia.

Bagi yang sering tumbang karena flu, sebuah studi tahun 2016 mengungkapkan bahwa konsumsi ekstrak bawang putih yang difermentasi (aged garlic extract) selama tiga bulan efektif mengurangi tingkat keparahan gejala flu dan mempercepat proses pemulihan.

Bawang putih juga dapat meningkatkan kesehatan tulang. Beberapa penelitian terbaru telah mengukur efek bawang putih terhadap kesehatan tulang, khususnya pada wanita pascamenopause.

Hasil uji klinis dari PubMed Central yang diterbitkan pada tahun 2017 menunjukkan bahwa bawang putih dapat mengurangi stres oksidatif yang menyebabkan osteoporosis. Para peserta mengonsumsi tablet bawang putih yang setara dengan sekitar 2 gram bawang putih segar per hari.

Studi lain pada tahun 2018 menemukan bahwa suplemen bawang putih selama 12 minggu (1 gram per hari) membantu mengurangi nyeri pada wanita dengan osteoartritis lutut serta obesitas atau kelebihan berat badan.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya