JAKARTA - Bagi masyarakat Indonesia, bawang putih sudah familiar untuk bahan masakan. Bawang putih hampir selalu hadir di setiap tumisan, sup, hingga gorengan sehari-hari. Ternyata, di balik aromanya yang khas dan bikin masakan jadi sedap, bawang putih menyimpan segudang manfaat kesehatan yang luar biasa.
Sejak zaman Yunani Kuno, bapak kedokteran Hippocrates bahkan sudah meresepkan bawang putih untuk mengobati berbagai penyakit. Beruntung, sains modern saat ini berhasil membuktikan bawang putih menyimpan manfaat baik untuk kesehatan.
Melansir Healthline, ternyata manfaat terbesar bawang putih justru keluar saat kondisinya hancur. Ketika kamu menggeprek, mencincang, mengulek, atau mengunyah bawang putih, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan senyawa sulfur. Salah satu senyawa yang paling terkenal adalah allicin.
Namun, perlu dicatat bahwa allicin ini adalah zat yang tidak stabil dan mudah hilang setelah terpapar panas. Karena itu, ada trik tersendiri yang dikenal dengan 10-minute garlic rule. Caranya, setelah bawang putih dicincang, diamkan dulu selama 10 menit sebelum dimasak.
Langkah sederhana ini membantu menjaga kadar allicin agar tidak rusak total saat terkena suhu kompor. Kalau kuat dengan rasanya, mengonsumsi bawang putih dalam keadaan mentah justru dinilai memberikan manfaat yang jauh lebih optimal.