Ia menjelaskan, banyak anak belum mampu memahami atau menjelaskan bahwa penglihatannya bermasalah. Karena itu, pemeriksaan visual anak biasanya dilakukan melalui observasi dan metode yang lebih ramah anak agar potensi gangguan penglihatan bisa dikenali lebih cepat.
Sejumlah layanan kesehatan mata kini mulai mengembangkan pendekatan pemeriksaan yang lebih adaptif bagi anak, termasuk menghadirkan suasana pemeriksaan yang lebih nyaman dan tidak menegangkan. Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak lebih kooperatif saat menjalani pemeriksaan mata.
Doli Rosmiaty, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas visual anak saat ini membuat pemeriksaan mata anak perlu dipandang lebih serius dibanding sebelumnya. Menurutnya, pemeriksaan mata anak tidak dapat disamakan dengan pemeriksaan dewasa karena membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan empatik.
“Anak-anak saat ini memiliki aktivitas visual yang jauh lebih intens dibanding generasi sebelumnya. Namun awareness terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak secara berkala masih belum menjadi prioritas di banyak keluarga. Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu,” ujar Doli Rosmiaty.
Dalam pendekatan pediatric vision screening, pemeriksaan mata anak tidak hanya berfokus pada hasil refraksi semata, tetapi juga memperhatikan aspek perkembangan visual, kemampuan komunikasi, serta kenyamanan anak selama proses pemeriksaan berlangsung.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)