Paparan Gadget pada Anak Tingkatkan Risiko Gangguan Mata

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2026 22:24 WIB
Paparan Gadget pada Anak Tingkatkan Risiko Gangguan Mata (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Meningkatnya penggunaan gadget dan aktivitas belajar digital membuat kesehatan mata anak menjadi perhatian yang semakin penting dalam beberapa tahun terakhir. Paparan layar dalam durasi panjang dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan pada anak usia dini, mulai dari mata lelah hingga keluhan rabun jauh.

Anak-anak usia 5–12 tahun menjadi kelompok yang rentan karena aktivitas visual mereka kini jauh lebih intens dibanding generasi sebelumnya. Karena itu, pemeriksaan mata secara berkala dinilai penting untuk membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini.

Pemeriksaan mata pada anak memiliki pendekatan yang berbeda dibanding orang dewasa. Selain memeriksa kondisi seperti minus, plus, dan silinder, proses pemeriksaan juga perlu mempertimbangkan kemampuan komunikasi anak, perkembangan visual, serta kenyamanan mereka selama pemeriksaan berlangsung.

Gangguan Kesehatan Mata

Menurut praktisi pediatric vision care Dr. Scarlet Cacayuran Salva, gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak.

“Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi kemampuan belajar anak, kemampuan motorik, pemahaman membaca, hingga perkembangan mereka secara keseluruhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, banyak anak belum mampu memahami atau menjelaskan bahwa penglihatannya bermasalah. Karena itu, pemeriksaan visual anak biasanya dilakukan melalui observasi dan metode yang lebih ramah anak agar potensi gangguan penglihatan bisa dikenali lebih cepat.

Sejumlah layanan kesehatan mata kini mulai mengembangkan pendekatan pemeriksaan yang lebih adaptif bagi anak, termasuk menghadirkan suasana pemeriksaan yang lebih nyaman dan tidak menegangkan. Pendekatan ini dinilai dapat membantu anak lebih kooperatif saat menjalani pemeriksaan mata.

Doli Rosmiaty, Direktur Operasional Retail Optik Tunggal menyampaikan bahwa meningkatnya aktivitas visual anak saat ini membuat pemeriksaan mata anak perlu dipandang lebih serius dibanding sebelumnya. Menurutnya, pemeriksaan mata anak tidak dapat disamakan dengan pemeriksaan dewasa karena membutuhkan pendekatan yang lebih adaptif dan empatik.

“Anak-anak saat ini memiliki aktivitas visual yang jauh lebih intens dibanding generasi sebelumnya. Namun awareness terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak secara berkala masih belum menjadi prioritas di banyak keluarga. Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu,” ujar Doli Rosmiaty.

Dalam pendekatan pediatric vision screening, pemeriksaan mata anak tidak hanya berfokus pada hasil refraksi semata, tetapi juga memperhatikan aspek perkembangan visual, kemampuan komunikasi, serta kenyamanan anak selama proses pemeriksaan berlangsung.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya