Gangguan hormon estrogen sendiri memang diketahui dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita. Jika hormon terganggu, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur hingga berdampak pada proses ovulasi dan kesuburan.
Tak hanya berisiko terhadap kesuburan, penggunaan skincare ilegal juga dapat menimbulkan berbagai efek samping lain seperti iritasi kulit, wajah menjadi lebih sensitif, hingga kerusakan lapisan kulit. Parahnya lagi, skincare abal-abal bisa sebabkan masalah kesehatan jangka panjang akibat paparan bahan kimia berbahaya.
Karena itu, lebih selektif sebelum membeli produk kecantikan. Pastikan skincare memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM serta jelas kandungan dan produsennya.
Selain itu, hindari mudah tergiur dengan hasil instan yang ditawarkan produk tertentu. Sebab, skincare yang menjanjikan kulit putih cepat atau glowing dalam waktu singkat justru patut dicurigai mengandung bahan berbahaya. Dengan memilih produk aman dan terdaftar resmi, kesehatan kulit tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
(Djanti Virantika)