PENGGUNAAN skincare sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang. Namun, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan, terutama skincare abal-abal yang tidak memiliki izin edar resmi maupun kandungan yang jelas.
Belakangan, muncul kekhawatiran skincare abal-abal bisa memengaruhi kesuburan hingga menyebabkan sulit hamil. Apakah hal itu benar?
Dokter Spesialis Kulit dari Rumah Sakit Columbia Asia Hospital Pulomas, dr. Zahreza Maya Sari Nasution, Sp.DVE, dalam program Morning Zone yang tayang di channel Youtube official Okezone, menyebut kemungkinan skincare abal-abal bisa menyebabkan kemandulan atau sulit hamil memang bisa terjadi. Hal itu utamanya bisa terjadi jika produk mengandung bahan berbahaya dan digunakan dalam jangka panjang.
“Ada beberapa (kasus skincare abal-abal yang bisa menyebabkan kemandulan atau sulit hamil),” ujar dr. Maya.
“Biasanya itu skincare abal-abal dari bahan-bahan keras tadi itu, bisa karena hormon estrogennya terganggu untuk kesuburan. Jadi kan bisa susah punya anak,” ucap dr. Maya.
Gangguan hormon estrogen sendiri memang diketahui dapat memengaruhi sistem reproduksi wanita. Jika hormon terganggu, siklus menstruasi bisa menjadi tidak teratur hingga berdampak pada proses ovulasi dan kesuburan.
Tak hanya berisiko terhadap kesuburan, penggunaan skincare ilegal juga dapat menimbulkan berbagai efek samping lain seperti iritasi kulit, wajah menjadi lebih sensitif, hingga kerusakan lapisan kulit. Parahnya lagi, skincare abal-abal bisa sebabkan masalah kesehatan jangka panjang akibat paparan bahan kimia berbahaya.
Karena itu, lebih selektif sebelum membeli produk kecantikan. Pastikan skincare memiliki izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM serta jelas kandungan dan produsennya.
Selain itu, hindari mudah tergiur dengan hasil instan yang ditawarkan produk tertentu. Sebab, skincare yang menjanjikan kulit putih cepat atau glowing dalam waktu singkat justru patut dicurigai mengandung bahan berbahaya. Dengan memilih produk aman dan terdaftar resmi, kesehatan kulit tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
(Djanti Virantika)