Tak hanya itu, dr. Maya juga menegaskan bahwa beberapa dampak kerusakan kulit bisa bersifat menetap atau mudah kambuh kembali. Salah satunya terutama hiperpigmentasi.
Menurutnya, hiperpegmentasi dapat muncul lagi saat kulit terpapar sinar matahari. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak memilih produk skincare dan tidak mudah percaya pada klaim hasil instan tanpa pengawasan medis.
“Kalau hiperpigmentasi, kemungkinan sembuh 100 persen itu agak susah ya, pasti akan muncul lagi, muncul lagi kalau terpapar matahari,” ujar dr. Maya.
“Hiperpigmentasi itu paling susah menyembuhkannya, sangat-sangat susah. Jadi, beruntunglah orang yang kulitnya tidak hiperpigmentasi,” tutupnya.
(Djanti Virantika)