APAKAH ada vaksin untuk mencegah terpaparnya Hantavirus atau virus Hanta? Hal ini tengah ramai diperbincangkan usai penularan Hantavirus merebak di kapal pesiar MV Hondius.
Penularan Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius bahkan telah menelan korban jiwa. Ada 3 penumpang di sana yang meninggal dunia.
Dilansir dari laman Infeksi Emerging Kemenkes RI, ternyata belum ada vaksin yang dapat mencegah terpaparnya Hantavirus. Tetapi, ada acara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah terpaparnya virus satu ini.
Namun, ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mencegah terpaparnya Hantavirus. Pertama, rajin untuk cuti tangan dengan air dan sabun.
Jaga juga kebersihan bahan makanan dan alat yang akan digunakan untuk mengolag makanan. Selanjutnya, Anda juga bisa membasmi peredaran tikus yang ada di sekitar rumah.
Jangan lupa juga untuk membersihkan rumah dan area kerja dengan disinfektan secara berkala demi menghindarkan tempat yang memungkinkan tikus bersarang. Anda juga harus hindari kontak dengan tikus serta cairan tubuhnya, seperti air liur, urine, dan feses.
Hantavirus memang diketahui kelompok virus yang disebarkan oleh tikus atau hewan pengerat lainnya. Seseorang bisa terinfeksi Hantavirus jika menyentuh feses, liur, atau urine dari tikus yang sudah terinfeksi Hantavirus.
Lalu, penularan juga bisa terjadi kala menghirup partikel udara yang menghandung Hantavirus. Selain itu, waspada juga soal makanan yang dikonsumsi. Sebab, mengonsumsi makanan yang terlah terkontaminasi Hantavirus bisa membuat tubuh turut terinfeksi.
Selanjutnya, infeksi Hantavirus juga bisa terjadi kala seseorang mengalami luka akibat gigitan tikus yang memang sudah terinfeksi virus tersebut. Anda juga jangan menyentuh mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah kontak dengan benda yang terkontaminasi Hantavirus.
Orang yang terpapar virus ini biasanya akan mengalami sejumlah gejala. Di antaranya, ada demam, meriang dan tidak enak badan, sakit kepala, mual dan muntah, sakit perut dan diare, nyeri otot, rasa lelah, sesak napas, hingga nyeri dada.
(Djanti Virantika)