JAKARTA - Seringkali beredar informasi soal perempuan yang lebih rentan osteoporosis dibandingkan laki-laki. Ternyata informasi itu bukan sekadar mitos, namun fakta yang erat hubungannya dengan perubahan hormon.
Hal tersebut disampaikan oleh Hospitalist Siloam Hospitals Mampang, dr. Uli Asri Sihotang. Seusai acara edukasi kesehatan ortopedi dan sport medicine bagi masyarakat, dr. Uli menjelaskan bahwa perempuan di bawah usia 50 tahun sebenarnya masih memiliki tulang yang cukup kuat.
Namun setelah menopause, hormon estrogen menurun dan tidak lagi membantu penyerapan kalsium ke tulang. Itulah yang membuat risiko osteoporosis meningkat.
“Kalau perempuan di bawah usia 50 tahun, sebenarnya tulangnya masih cukup kuat. Tapi setelah menopause, ketika sudah tidak menstruasi, hormon estrogen menurun dan tidak lagi membantu penyerapan kalsium ke tulang. Itu yang membuat risiko osteoporosis meningkat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kondisi ini membuat perempuan di atas 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami pengeroposan tulang dibandingkan usia yang lebih muda. Untuk itu, dr. Uli menekankan pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak usia muda untuk mencegah osteoporosis.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mencukupi asupan kalsium.
“Dari dulu kita kenal istilah ‘menabung kalsium’, misalnya dengan konsumsi susu atau makanan tinggi kalsium. Itu tetap penting,” ujarnya.
Selain 'menabung kalsium', cara lain yang penting dilakukan adalah latihan kekuatan otot. Menurut dr. Uli, otot yang kuat akan membantu menopang tulang sehingga tetap stabil dan tidak mudah rapuh.
“Latihan beban itu penting. Bisa di gym dengan angkat beban, atau pakai berat badan sendiri seperti push-up dan squat. Itu membantu menjaga kekuatan otot dan tulang,” jelasnya.
Tak hanya menjaga asupan kalsium dan latihan kekuatan otot, penting juga untuk menjaga berat badan ideal. Hal ini bisa dilakukan dengan olahraga dan menjaga pola makan sehat.
Pasalnya, makanan cepat saji atau makanan instan dapat memengaruhi hormon yang kemudian bisa mempercepat menopause. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis di usia lebih muda.
“Makanan seperti fast food, mie instan, atau makanan bersantan itu bisa memengaruhi hormon. Bahkan bisa mempercepat menopause,” katanya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)