GERD dan Gangguan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Jum'at 24 April 2026 18:42 WIB
GERD dan Gangguan Kecemasan Saling Berkaitan, Ini Penjelasannya (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA — Bagi sebagian orang, makan adalah aktivitas yang menyenangkan. Namun bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag kronis, momen ini justru bisa memicu rasa cemas. Kekhawatiran akan nyeri ulu hati, sesak napas, hingga rasa tidak nyaman setelah makan kerap membuat penderita takut untuk makan.

Kondisi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara gangguan pencernaan dan kesehatan mental. Dalam sebuah diskusi kesehatan, para ahli membahas fenomena tersebut sebagai “lingkaran setan” antara GERD dan kecemasan.

Praktisi kesehatan Dera Nur Tresna mengungkapkan, pengalaman pribadi merawat anggota keluarga dengan GERD memperlihatkan bahwa pendekatan yang terlalu membatasi makanan justru dapat memicu stres. Pola makan yang terlalu hambar dinilai berpotensi menurunkan nafsu makan dan memperburuk kondisi psikologis pasien.

Dari sisi medis, dr. Ratri Saumi menjelaskan bahwa GERD terjadi karena gangguan pada katup esofagus yang menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan. Ia menegaskan bahwa asam lambung sebenarnya memiliki fungsi penting dalam proses pencernaan, namun menjadi masalah ketika berada di tempat yang tidak semestinya.

"Asam lambung itu penting untuk mencerna protein. Masalahnya adalah ketika ia 'muncrat' ke tempat yang salah," jelasnya.

Ketika lambung mengalami iritasi, tubuh mengirimkan sinyal ke otak melalui mekanisme Gut-Brain Axis.

Dampak ke Rasa Cemas

Psikolog klinis Mutia Qoriana menjelaskan bahwa respons ini dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol, yang kemudian memperburuk produksi asam lambung. Akibatnya, muncul kecemasan berlebih, bahkan rasa takut yang intens seperti thanatophobia atau ketakutan akan kematian.

Untuk mengatasi kondisi ini, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pemulihan fungsi lambung secara menyeluruh. Salah satu metode yang diperkenalkan adalah Protokol 5R, yang mencakup langkah menghilangkan pemicu, mengganti nutrisi, menyeimbangkan mikrobiota, memperbaiki jaringan, serta menjaga keseimbangan tubuh. Nutraceutical Researcher Ramdani Husnul Huluq mengatakan, Nutriged diracik melibatkan anaknya yang berusia 3 tahun sebagai panelis rasa perdana.

"Jika anak kecil suka, maka orang dewasa yang sedang sakit pun akan merasa bahagia saat memakannya," ujar Ramdani. Nutriged perpaduan kearifan lokal dan sains modern yang berfungsi melindungi dan membangun kembali lapisan mukosa lambung. Inovasi ini menjadi jembatan bagi pasien yang ingin kembali mendapatkan gizi optimal tanpa harus merasa tersiksa oleh rasa makanan yang hambar.

Selain itu, para ahli juga menekankan pentingnya pola makan yang tepat, manajemen stres, serta dukungan lingkungan sekitar. Pendekatan yang lebih holistik ini dinilai dapat membantu memutus siklus antara gangguan lambung dan kecemasan.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara sistem pencernaan dan kondisi psikologis, penderita GERD diharapkan dapat mengelola gejala secara lebih efektif dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya