Dalam kasus tertentu, paparan berlebihan juga bisa menyebabkan risiko keracunan jika zat kimia terserap dalam jumlah tertentu, meskipun tidak tertelan secara langsung. Selain itu, penggunaan parfum dewasa pada anak dapat memicu reaksi alergi seperti kemerahan, gatal, atau iritasi kulit, terutama pada anak yang memiliki kulit sensitif atau riwayat alergi.
Bahkan, parfum yang khusus untuk anak sekalipun masih bisa mengandung bahan seperti minyak esensial atau phthalate yang tetap berpotensi menimbulkan reaksi. Karena itu, penggunaan parfum dewasa pada anak umumnya tidak dianjurkan demi menjaga keamanan dan kesehatan kulit mereka.
Dilansir dari Health X Change, Kamis (23/4/2026), para ahli anak menyarankan orangtua untuk menghindari penggunaan parfum pada bayi, terutama saat bayi baru lahir. Hal ini berbeda dengan penggunaan sabun, bedak, dan krim bayi lainnya yang tetap diperbolehkan.
Para dokter anak menyatakan bahwa sebagian besar sabun, bedak, dan krim bayi sudah mengandung wewangian yang disetujui dan aroma yang ramah anak. Sementara itu, penggunaan parfum dapat menyebabkan stimulasi berlebihan pada bayi yang menyebabkan kesulitan bernapas dan gangguan pernapasan lainnya. Sebab, paparan aroma yang kuat dapat memicu ketidaknyamanan pernapasan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam parfum dapat menyebabkan sensitivitas kulit, ruam, dan dermatitis. Paparan dini anak-anak terhadap bahan kimia ini juga telah terbukti meningkatkan risiko masalah pernapasan. Jadi, hati-hati ya, moms.
(Djanti Virantika)