Bahaya Infeksi HPV pada Laki-Laki Picu Kutil Kelamin hingga Kanker

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Selasa 21 April 2026 20:35 WIB
Bahaya Infeksi HPV pada Laki-Laki Picu Kutil Kelamin hingga Kanker (Foto: MSD)
Share :

JAKARTA — Selama ini, pemahaman masyarakat tentang Human Papillomavirus (HPV) masih banyak dikaitkan dengan kesehatan perempuan, terutama karena hubungannya dengan kanker serviks. Padahal, virus ini juga memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan laki-laki.

Data global menunjukkan bahwa hampir sepertiga pria berusia di atas 15 tahun pernah terinfeksi setidaknya satu jenis HPV. Tidak hanya sebagai pembawa, laki-laki juga menyumbang sekitar 40 persen kasus kanker terkait HPV di dunia, termasuk kanker tenggorokan, anus, dan penis yang jumlahnya terus meningkat.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Andi Saguni, menyebut bahwa selama ini pembahasan HPV lebih banyak berfokus pada perempuan. Menurutnya, meskipun kanker serviks masih menjadi persoalan besar, HPV pada dasarnya tidak mengenal batas gender.

Ia menambahkan, program imunisasi HPV yang telah diintegrasikan dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) menunjukkan capaian yang cukup tinggi pada anak perempuan. Namun, upaya edukasi masih perlu diperluas agar masyarakat memahami bahwa perlindungan ini penting bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan.

Hal senada disampaikan Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, yang menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam perlindungan kesehatan. Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan akses pencegahan yang sama.

Dari sisi medis, Ketua PERDOSKI, Hanny Nilasari, menjelaskan bahwa beban HPV pada laki-laki sering tidak terlihat. Selain kanker serviks pada perempuan, infeksi HPV juga dapat memicu kutil kelamin, kanker penis, hingga kanker orofaring pada pria.

Ia juga menyoroti bahwa laki-laki cenderung tidak membentuk kekebalan alami yang kuat setelah terinfeksi, sehingga risiko infeksi berulang atau persisten menjadi lebih tinggi. Secara global, kasus kanker orofaring pada laki-laki bahkan tercatat hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Berbeda dengan kanker serviks yang memiliki program skrining rutin, kanker terkait HPV pada laki-laki belum memiliki sistem deteksi dini yang luas. Kondisi ini membuat pencegahan sejak usia dini menjadi langkah paling efektif.

Ketua Satgas Imunisasi Anak IDAI, Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa respons imun anak paling optimal pada usia 9–13 tahun. Karena itu, pemberian imunisasi HPV pada usia sekolah dinilai sebagai waktu terbaik untuk perlindungan maksimal.

Selain imunisasi, pendekatan pencegahan secara menyeluruh juga diperlukan, termasuk edukasi kesehatan, pola hidup bersih, dan pemeriksaan rutin. Upaya ini penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang setara dari penyakit yang dapat dicegah.

Melalui peningkatan literasi dan akses imunisasi, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan HPV bukan hanya isu perempuan, tetapi tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi masa depan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya