Berbeda dengan kanker serviks yang memiliki program skrining rutin, kanker terkait HPV pada laki-laki belum memiliki sistem deteksi dini yang luas. Kondisi ini membuat pencegahan sejak usia dini menjadi langkah paling efektif.
Ketua Satgas Imunisasi Anak IDAI, Hartono Gunardi, menjelaskan bahwa respons imun anak paling optimal pada usia 9–13 tahun. Karena itu, pemberian imunisasi HPV pada usia sekolah dinilai sebagai waktu terbaik untuk perlindungan maksimal.
Selain imunisasi, pendekatan pencegahan secara menyeluruh juga diperlukan, termasuk edukasi kesehatan, pola hidup bersih, dan pemeriksaan rutin. Upaya ini penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan yang setara dari penyakit yang dapat dicegah.
Melalui peningkatan literasi dan akses imunisasi, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa pencegahan HPV bukan hanya isu perempuan, tetapi tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi masa depan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)