Kepala BPOM juga menekankan bahwa vaksinasi campak pada kelompok dewasa akan difokuskan pada populasi berisiko tinggi sebagai prioritas utama. Kelompok tersebut meliputi tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional, serta individu yang memiliki kontak erat dengan pasien dari kelompok imunokompromi yang rentan terhadap infeksi.
Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan, khususnya bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan, serta kelompok berisiko lainnya.
Ketua Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sukamto Koesnoe menyebut vaksinasi campak pada orang dewasa telah lama direkomendasikan, terutama bagi kelompok berisiko.
“Jadi, sebetulnya rekomendasi pemberian vaksin campak ini tidak hanya pada saat outbreak ini saja, tetapi kita sudah memberikan rekomendasi pada kelompok-kelompok yang berisiko,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyampaikan bahwa ketersediaan vaksin untuk mendukung program ini telah disiapkan.
“Saat ini, stok vaksin campak nasional mencapai sekitar 9,8 juta dosis dengan ketahanan stok sekitar 5,5 bulan sehingga pelaksanaan vaksinasi dapat dilakukan secara bertahap sesuai prioritas,” tukasnya.