"Jika kita gagal bertindak tegas sekarang, lebih dari 106.000 warga Malaysia akan membutuhkan perawatan dialisis pada tahun 2040."
Ia juga memperingatkan bahwa penyakit tersebut tidak hanya memengaruhi kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memberikan beban keuangan yang berat bagi negara.
Dzulkefly mengatakan sebagian besar kasus gagal ginjal di Malaysia terkait dengan komplikasi diabetes.
Sebagai tanggapan, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mengurangi konsumsi gula, termasuk menaikkan bea cukai minuman manis menjadi 90 sen per liter sejak Januari tahun lalu.
Pajak tersebut menghasilkan pendapatan sebesar RM54,9 juta tahun lalu, dengan RM21 juta disalurkan kembali ke Kementerian Kesehatan.