JAKARTA - Arus balik Lebaran sering membuat pengemudi harus menempuh perjalanan panjang dalam kondisi lelah dan kurang tidur. Situasi ini meningkatkan risiko microsleep, yaitu kondisi tertidur sesaat yang kerap terjadi tanpa disadari.
Meski hanya berlangsung beberapa detik, microsleep bisa berujung pada kecelakaan fatal, terutama saat berkendara di jalan tol yang padat dan monoton.
Melansir National Sleep Foundation, microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur selama beberapa detik (sekitar 1–10 detik) tanpa disadari. Dalam fase ini, otak berhenti merespons rangsangan dari luar meskipun mata terkadang masih terbuka.
Saat mengemudi, kondisi ini sangat berbahaya karena dalam hitungan detik kendaraan dapat melaju tanpa kendali hingga ratusan meter.
Yang membuat microsleep semakin berbahaya adalah sifatnya yang tidak terasa. Pengemudi sering tidak menyadari bahwa dirinya sempat tertidur, padahal dalam waktu singkat saja kendaraan bisa melaju tanpa kendali sejauh puluhan hingga ratusan meter.
Dalam konteks arus balik Lebaran, kondisi ini menjadi semakin berisiko karena tingginya volume kendaraan, ditambah perjalanan panjang dan kemacetan yang memicu kelelahan ekstrem.