JAKARTA – Membawa hewan peliharaan atau anabul saat mudik kini semakin menjadi pilihan banyak masyarakat. Rasa khawatir meninggalkan hewan kesayangan di rumah membuat tren ini terus meningkat, terutama saat momen Lebaran.
Hal ini terlihat dari data KAI Logistik yang mencatat lonjakan pengiriman hewan peliharaan selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026. Total pengiriman mencapai 13.435 ekor, menunjukkan tingginya kebutuhan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi hewan kesayangan.
Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Puri Adhatu, mengungkapkan bahwa puncak pengiriman terjadi pada minggu kedua Ramadan dengan jumlah 3.689 ekor. Rata-rata pengiriman harian mencapai 527 ekor, meningkat sekitar 8 persen dibanding hari biasa.
Menariknya, tren ini terus berlanjut hingga akhir Ramadan. Pada pekan terakhir, jumlah pengiriman mencapai 3.703 ekor, atau naik signifikan sebesar 57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi distribusi, sejumlah kota menjadi tujuan favorit pengiriman anabul, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, dan Purwokerto.
Sementara itu, daerah seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, Pati, Malang, serta Solo dan Yogyakarta menjadi titik pengiriman terbanyak. Beberapa wilayah ini juga dikenal sebagai sentra ikan hias, yang turut mendominasi pengiriman.
Peningkatan ini menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat. Hewan peliharaan kini tidak lagi sekadar hewan, tetapi sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga.
Karena itu, layanan pengiriman pun harus memenuhi standar kesejahteraan hewan (animal welfare), mulai dari kondisi kesehatan hewan, penggunaan kandang yang aman dan nyaman, hingga ketersediaan pakan dan minum selama perjalanan.
Ke depan, tren mudik bersama anabul diprediksi akan terus meningkat seiring kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kenyamanan dan keamanan hewan peliharaan selama perjalanan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)