JAKARTA - Menstruasi adalah proses biologis yang dialami sebagian besar perempuan setiap bulan. Namun hingga kini, masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang periode haid.
Padahal, sejumlah anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Dikutip dari Healthline, berikut ini beberapa mitos tentang menstruasi yang perlu diluruskan:
Banyak orang mengira setiap perempuan mengalami gejala PMS yang sama. Padahal, kenyataannya tidak demikian.
Gejala PMS bisa sangat berbeda pada setiap orang. Sebagian mungkin hanya merasakan perubahan suasana hati ringan, sementara yang lain bisa mengalami kram perut, sakit kepala, kelelahan, atau perubahan emosi yang lebih kuat.
Nyeri menstruasi sering dianggap sebagai rasa sakit biasa yang bisa dibandingkan dengan pengalaman nyeri lain. Namun, kenyataannya nyeri haid bisa jauh lebih kompleks.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai dysmenorrhea. Sekitar 20% perempuan mengalami nyeri menstruasi yang cukup parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Rasa sakit ini muncul akibat kontraksi rahim saat meluruhkan lapisan dinding rahim selama menstruasi. Pada sebagian orang, kram tersebut bisa sangat kuat hingga membuat mereka kesulitan beraktivitas atau harus beristirahat.
Sebagian orang meyakini bahwa kehamilan tidak mungkin terjadi saat sedang haid. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar.
Meskipun peluangnya lebih kecil, kehamilan tetap dapat terjadi tergantung pada siklus ovulasi dan waktu hubungan seksual.
Ada anggapan bahwa olahraga harus dihindari selama menstruasi. Faktanya, aktivitas fisik justru bisa membantu mengurangi beberapa gejala PMS seperti kram atau perubahan suasana hati.
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, yoga, atau peregangan dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman selama periode haid.
Banyak orang berpikir siklus haid selalu datang pada waktu yang sama setiap bulan. Padahal, siklus menstruasi setiap orang bisa berbeda.
Faktor seperti stres, perubahan hormon, pola makan, hingga kondisi kesehatan tertentu dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)