JAKARTA - Meninggalnya penyanyi Vidi Aldiano masih menyisakan duka mendalam. Vidi tutup usia setelah melawan penyakit kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019 lalu.
Sebelum meninggal dunia, Vidi dikabarkan dirawat 10 hari di rumah sakit akibat pneumonia. Kabar tersebut terungkap dari percakapan chat Vidi bersama presenter, Daniel Mananta.
Pneumonia sendiri adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantong udara di paru-paru (alveoli). Ketika seseorang mengalami pneumonia, kantong udara tersebut dapat terisi cairan atau nanah sehingga membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas.
Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, dan bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, serta orang dengan daya tahan tubuh lemah.
Gejala pneumonia bisa muncul secara ringan hingga berat, tergantung penyebab infeksi dan kondisi kesehatan seseorang.
Berikut beberapa gejala pneumonia yang perlu dikenali, dikutip dari Mayoclinic, Senin (9/3/2026).
1. Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh
Batuk adalah gejala pneumonia yang paling umum. Batuk dapat disertai dahak berwarna kuning, hijau, atau bahkan bercampur darah. Kondisi ini terjadi karena paru-paru sedang melawan infeksi dan menghasilkan lendir lebih banyak dari biasanya.
2. Demam Tinggi
Gejala selanjutnya demam tinggi. Penderita pneumonia sering mengalami demam tinggi yang disertai menggigil dan berkeringat. Demam ini merupakan respons alami tubuh saat melawan infeksi di paru-paru.
3. Sesak Napas
Sesak napas atau napas terasa pendek merupakan gejala yang cukup khas pada pneumonia. Hal ini terjadi karena kantong udara di paru-paru terisi cairan sehingga mengganggu proses pertukaran oksigen.
4. Nyeri Dada Saat Bernapas atau Batuk
Pneumonia juga dapat menyebabkan nyeri pada dada, terutama saat menarik napas dalam atau ketika batuk. Rasa nyeri ini muncul akibat peradangan pada jaringan paru-paru.
5. Tubuh Lemas dan Mudah Lelah
Infeksi pada paru-paru membuat tubuh bekerja lebih keras untuk melawan penyakit. Akibatnya, penderita pneumonia sering merasa lemas, cepat lelah, dan kehilangan nafsu makan.
Kondisi ini terjadi karena tubuh menggunakan banyak energi untuk melawan infeksi, sehingga penderita merasa cepat lelah dan kehilangan energi.
(Rani Hardjanti)