dr. Yoga menjelaskan, selama ini risiko stroke pada penderita AF diperkirakan lima kali lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan AF. Namun data terbaru menunjukkan risikonya bahkan bisa mencapai 10 kali lipat.
Tak hanya itu, stroke akibat fibrilasi atrium juga cenderung lebih berat. Di mana lebih banyak penderita yang meninggal dan mengalami kecacatan.
“Stroke yang berkaitan dengan AF itu lebih parah, lebih banyak yang meninggal dan lebih banyak yang mengalami kecacatan,” jelasnya.
Untuk itu dalam upaya mencegah komplikasi, deteksi dini adalah langkah yang penting. Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah meraba denyut nadi sendiri atau dikenal dengan istilah MENARI.
Caranya cukup mudah, yakni meraba denyut nadi selama 30 detik lalu dikalikan dua untuk mengetahui jumlah denyut per menit. Selain menghitung jumlah denyut, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan apakah ritmenya teratur atau tidak.