Sebaliknya, bila muncul tanda seperti pucat, gemetar, pusing, atau sulit fokus sebelum waktu berbuka, itu bisa menjadi sinyal bahwa anak belum siap menjalani puasa penuh dan tidak perlu dipaksakan.
1. Lemas berlebihan
Jika anak terlihat sangat lemas, tidak bertenaga, lebih sering berbaring, atau tidak mampu melakukan aktivitas ringan seperti biasanya, ini bisa menjadi tanda tubuhnya belum siap.
2. Pucat dan gemetar
Wajah pucat, tangan atau tubuh gemetar, serta keringat dingin dapat mengindikasikan gula darah menurun drastis.
3. Pusing dan sakit kepala
Anak mengeluh pusing, pandangan berkunang-kunang, atau sakit kepala sebelum waktu berbuka.
4. Sulit fokus dan mudah marah
Jika anak menjadi sangat rewel, sulit berkonsentrasi, atau tampak linglung, itu bisa menjadi sinyal kelelahan fisik maupun mental.
5. Dehidrasi
Tanda dehidrasi meliputi bibir sangat kering, jarang buang air kecil, warna urin pekat, atau anak mengeluh sangat haus hingga tidak tertahankan.
6. Mual atau nyeri perut berlebihan
Keluhan mual, muntah, atau sakit perut yang mengganggu aktivitas juga menjadi alarm bahwa puasa belum bisa dijalani penuh.
7. Berat badan turun drastis atau sering sakit
Jika selama latihan puasa anak mudah jatuh sakit atau berat badannya turun signifikan, sebaiknya evaluasi kembali kesiapan puasanya.
(Rani Hardjanti)