Sepanjang malam, mereka mengaku tidak bisa tidur. Dari kejauhan, terlihat sejumlah pencegatan di udara serta ledakan lain hingga dini hari. Di tengah suasana tegang, mereka sempat kembali ke kamar untuk mengambil barang penting seperti paspor dan pengisi daya ponsel.
Menurut McGinn, insiden itu terjadi di tengah eskalasi konflik regional yang berdampak pada keamanan wilayah udara. Sejumlah negara di kawasan tersebut menutup ruang udara mereka, sehingga penerbangan keluar-masuk Dubai sempat terganggu.
Akibatnya, pasangan tersebut terpaksa menunda kepulangan ke Inggris karena belum ada kepastian jadwal penerbangan.
Meski memuji sistem pertahanan udara setempat yang disebut berhasil mencegat banyak ancaman, McGinn mengakui pengalaman itu sangat menakutkan. Ia mengatakan belum pernah menyaksikan kejadian serupa selama tinggal di Inggris.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)