Ahmad menjelaskan bahwa alasan di balik dicampurnya Kurma Tunis Madu dengan glukosa dan fruktosa adalah untuk memperbaiki tampilan, menjaga kelembutan, menyeragamkan rasa, serta memperpanjang masa simpan kurma tersebut.
“Pertama untuk memperbaiki tampilan, lalu menjaga kelembutan, menyeragamkan rasa, dan memperpanjang masa simpan,” ucapnya.
Meski demikian, Kurma Tunis Madu tetap banyak diminati masyarakat. Hal itu terlihat dari pasar ekspornya yang cukup luas, bukan hanya ke Indonesia. Bahkan, kurma jenis ini juga dijual di Tunisia dan Aljazair.
“Namun, permintaan untuk ekspor bukan hanya ke Indonesia, jumlahnya cukup banyak. Jadi, kurma jenis ini sangat diminati oleh masyarakat umum, khususnya kaum muslimin,” pungkas Ahmad.
(Rani Hardjanti)