Menariknya, Karina sendiri menegaskan dalam kolom komentar agar aksi tersebut tidak dijadikan contoh. “Jangan di Tiru ya gak baik,” tulisnya.
Meski begitu, reaksi netizen terbilang beragam. Sebagian menyampaikan empati atas rasa kehilangan yang dirasakan Karina, namun tak sedikit pula yang mengkritik tindakannya.
Beberapa komentar menyarankan agar rasa rindu cukup disampaikan melalui doa, tanpa perlu melakukan sahur di area makam. Kritik tersebut ramai menghiasi kolom komentar unggahan tersebut.
Aksi sahur di makam ini pun menjadi topik diskusi luas di media sosial. Peristiwa tersebut kembali memunculkan perdebatan mengenai cara seseorang mengekspresikan rasa rindu dan berduka kepada orang yang telah tiada.
Hingga saat ini, unggahan tersebut masih menjadi sorotan dan terus menuai beragam respons dari warganet.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)