MLA Ajak Para Ibu Sajikan Menu Sehat Daging Sapi Australia untuk Buah Hati

Agustina Wulandari , Jurnalis
Sabtu 14 Februari 2026 17:16 WIB
Emilia Achmadi, Clinical Dietitian and Sports Nutritionist. (Foto: dok iNews Media Group/ Agustina Wulandari)
Share :

TANGERANG - Meat and Livestock Australia (MLA) kembali mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi dalam porsi yang sesuai, khususnya untuk anak Indonesia. 

Kali ini, MLA dan Stella Maris International School berkolaborasi memberikan edukasi kepada para orangtua tentang pentingnya konsumsi daging merah untuk kualitas pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak dalam acara Parenting Workshop yang digelar di Ruang Getsemani, Stella Maris School, Gading Serpong, Kamis (12/2).

MLA Indonesia juga memperkenalkan daging merah Australia sebagai sumber zat besi yang berkualitas tinggi dan mudah diserap oleh tubuh.

Chief Representative MLA Indonesia Christian Haryanto menyampaikan, “Lewat acara ini, MLA Indonesia ingin turut berperan dalam memberikan edukasi kepada konsumen, khususnya para ibu, mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan zat besi setiap hari.”

“Asupan zat besi yang tercukupi berperan besar dalam menjaga energi, produktivitas, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, daging merah Australia hadir sebagai solusi nutrisi yang tidak hanya bergizi tinggi, tetapi juga mendukung kesehatan dan ketahanan energi keluarga Indonesia.

Sementara itu, Maria S. Santy, Head Of School Stella Maris Gading Serpong, menyampaikan bahwa kegiatan Parenting Workshop ini sangat bermanfaat, sehingga edukasi seperti ini harus lebih banyak dilakukan di sekolah-sekolah dan komunitas-komunitas para ibu.

“Menurut saya semua informasi yang diberikan itu membuka wawasan banget tentang daging merah yang selama ini banyak kita hindari terutama tentang daging sapi dan domba yang dibahas,” ucapnya.

Santi berharap, proses belajar yang diterima oleh orang tua murid hari ini harus diimplementasikan di dalam keseharian dengan menyiapkan nutrisi untuk tumbuh kembang anak secara optimal. 

Anak Sehat, Nutrisi Baik dengan Olahan Daging Merah Australia

Dalam mendukung nutrisi yang baik untuk anak, workshop ini menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya, yaitu Emilia Achmadi, Clinical Dietitian and Sports Nutritionist. Ia mengatakan, selama ini daging merah selalu menjadi polemik, untuk itu acara ini hadir dengan mengedukasi para orangtua mengenai kelebihan daging merah. 

“Hari ini kita bicara mengenai nutrisi yang terkandung dalam daging merah, asalnya dari mana, sehingga bisa menjadi daging sapi yang berkualitas,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, workshop ini juga menyoroti olahan daging yang baik untuk anak, serta porsi yang cukup, sehingga bisa diimplementasikan oleh para orangtua di rumah.

“bahwa dalam pola makan seimbang khususnya anak-anak, dianjurkan untuk mengonsumsi sekitar 100 -120 gram daging merah matang setiap dua hari. Konsumsi ini dapat dipenuhi melalui beragam pilihan hidangan seperti steak, tumisan, masakan slow-cooked, hingga olahan daging cincang,” kata Emilia.

Rekomendasi tersebut, imbuhnya, dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi secara optimal tanpa berlebihan, serta relevan dengan kebutuhan gizi anak – anak dengan beragam aktivitasnya sehari hari.

Ia berharap, para orangtua mendapatkan edukasi lebih banyak tentang semua jenis makanan yang  memiliki porsinya, seperti karbohidrat, buah, sayur, daging. Itu semua harus balance karena akan membawa kepada tumbuh kembang yang baik dan sehat.

“Lalu, yang saya inginkan adalah sebetulnya orangtua tidak terintimidasi bahwa makan sehat itu susah. Saya ingin, mereka melihat ternyata menu sehat untuk anak sesederhana itu,” tuturnya.

Olahan Daging yang Menggugah Selera ala Chef Vania Wibisono

Chef Vania Wibisono bersama peserta Parenting Workshop. (Foto: iNews Media Group/ Agustina Wulandari)


 

Kegiatan MLA dan Stella Maris School semakin seru kala celebrity chef Vania Wibisono menggelar demo masak dengan bahan daging sapi Australia. Menu yang disajikan sangat variatif dan menarik, sehingga menggugah selera anak untuk memakannya.

Ada dua menu yang disajikan, yakni Beef Ball Shawn The Sheep merupakan olahan daging sapi yang digiling, dicampur dengan keju, lalu ditumis bersama bumbu dan dibalut telur dadar, tak lupa juga hias dengan nori membentuk Shawn The Sheep.

Beef Ball Shawn The Sheep. (Foto: dok iNews Media Group/ Agustina Wulandari)

Menu kedua adalah Beef Saute & Riceball yang proses memasaknya lebih sederhana dengan menumis bawang Bombay dan daging sapi Australia Tenderloin serta menambahkan saus teriyaki untuk menambah cita rasa berbeda. Sementara untuk karbohidrat, menu ini mencampurkan nasi dan nori bubuk yang diaduk rata, lalu dibentuk bulat dengan takaran kurang lebih 20 gr.

Chef Vania mengatakan, penting untuk membuat bekal sekolah yang menarik untuk anak-anak usia TK atau SD agar tidak monoton. “Dengan variasi bekal yang saya demonstrasikan berharap ada sesuatu yang berbeda dari bekal menu kebanyakan, sehingga anak-anak juga senang saat makan,” ucapnya.

Daging Sapi Australia Jadi Pilihan untuk Pelengkap Nutrisi Anak

Daging sapi Australia hadir sebagai pilihan daging merah yang aman, berkualitas, dan terpercaya bagi keluarga Indonesia. Produk yang diimpor ke Indonesia telah melalui sistem jaminan kesehatan hewan yang ketat, sehingga bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit sapi gila, dan seluruhnya memiliki sertifikasi halal. 

Pemilihan daging berkualitas sangat mempengaruhi kualitas hidangan yang dihasilkan - daging sapi Australia terkenal empuk, juicy, lebih cepat matang, dan mudah diolah sehingga memberikan hasil masakan yang lezat sekaligus sehat. 

Shafira, orang tua dari murid bernama Ebi, kelas 3D membagikan pengalamannya mengikuti workshop ini. ”Menurut saya acara ini itu sangat-sangat bermanfaat sekali karena dia memberikan saya pengetahuan tambahan untuk bagaimana memelihara gizi anak dan pengertian tambahan bahwa penerapan protein dan mineral-mineral mikronutrien lainnya yang dibutuhkan tubuh anak itu amat sangat harus diperhatikan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sehari-hari ia telah mengonsumsi daging sapi Australia, karena paling mudah ditemukan di supermarket dekat rumahnya. 

”Selain itu mengolahnya juga mudah karena tidak keras jadi saya tidak perlu rebus terlalu lama. Kalau saya tidak perlu rebus atau masak terlalu lama, maka nutrisinya tidak akan menghilang atau menguap gitu jadi penyerapan untuk anak saya akan bisa jadi lebih maksimal,” tuturnya.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya