Kenali Jenis Tuberkulosis dan Cara Mencegahnya, Kasusnya Lagi Tinggi di Malaysia

Mei Sada Sirait, Jurnalis
Jum'at 13 Februari 2026 10:26 WIB
Kenali Jenis Tuberkulosis dan Cara Mencegahnya, Kasusnya Lagi Tinggi di Malaysia (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Malaysia menghadapi lonjakan kasus tuberkulosis (TB), di mana lebih dari 2.500 kasus ditemukan pada awal Februari 2026. Adapun Johor menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

Untuk itu, para ahli kesehatan di Malaysia menyarankan agar masyarakat dan wisatawan, terutama yang bepergian selama musim liburan Imlek, menggunakan masker saat berada di tempat umum. Bahkan bila perlu, mereka dianjurkan mengunjungi fasilitas medis jika mengalami gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, atau penurunan berat badan.

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, terutama menyerang paru-paru dan sistem pernapasan jika tidak ditangani dengan tepat. TB menular melalui udara ketika seseorang dengan TB aktif di paru-paru batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.

Droplet kecil yang dilepaskan dan mengandung bakteri kemudian dapat terhirup oleh orang lain dan menyebabkan infeksi. Penularan terjadi terutama melalui udara saat berbincang atau batuk dalam jarak dekat dengan penderita TB aktif.

Ada dua kondisi tuberkulosis, yaitu laten dan aktif. Apa bedanya?

TB laten adalah kondisi di mana seseorang telah terinfeksi bakteri TB, tetapi tidak menunjukkan gejala dan tidak menular. Bakterinya berada dalam tubuh, tetapi tidak aktif menyerang.

TB aktif adalah kondisi di mana bakteri berkembang biak dan menyebabkan gejala seperti batuk berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan. TB aktif merupakan bentuk yang menular karena bakteri dilepaskan ke udara dari saluran pernapasan penderita.

Artinya, tidak semua orang yang terinfeksi TB dapat menularkannya. Hanya mereka yang menderita tuberkulosis aktif yang berisiko menularkan kepada orang lain.

Ada beberapa kelompok yang berisiko tertular TB lebih tinggi, di antaranya mereka yang berinteraksi lama atau tinggal dengan penderita TB aktif. Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, seperti penderita penyakit kronis, lanjut usia, dan yang sedang menjalani pengobatan tertentu, juga berisiko tinggi tertular.

Selain itu, mereka yang berada di lingkungan padat dan kurang ventilasi juga berisiko mengidap tuberkulosis. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan langkah pencegahan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Hindari kontak dekat dengan orang yang memiliki gejala TB aktif.
  • Ventilasi ruangan agar udara dapat bersirkulasi dengan baik.
  • Jika menunjukkan gejala seperti batuk lebih dari dua minggu, demam malam, atau penurunan berat badan, segera periksa ke fasilitas kesehatan.
  • Bagi yang melakukan kontak dekat dengan pasien TB aktif, skrining dini sangat dianjurkan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya