Minyak Kelapa dan Minyak Kelapa Sawit, Mana yang Lebih Cocok untuk Masak Sehari-hari?

Rizqa Leony Putri, Jurnalis
Jum'at 06 Februari 2026 18:55 WIB
Ilustrasi minyak kelapa. (Foto: dok Freepik)
Share :

JAKARTA - Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit sebenarnya sudah lama menjadi bagian dari dapur orang Indonesia. Dari gorengan pinggir jalan sampai masakan rumahan, dua jenis minyak ini sering muncul tanpa kita benar-benar mikir, sebenarnya apa sih bedanya dan kenapa orang sering memperdebatkannya. Ada yang bilang minyak kelapa lebih sehat, ada juga yang merasa minyak sawit lebih masuk akal karena harganya terjangkau dan mudah ditemukan di mana-mana.

Belakangan, obrolan soal minyak goreng makin ramai karena isu kesehatan, lingkungan, sampai pola makan yang katanya harus lebih sadar lemak. Banyak orang mulai baca label kemasan, cari tahu kandungan asam lemak, bahkan membandingkan efeknya ke kolesterol. Tapi di sisi lain, masih banyak juga yang bingung karena informasinya sering terlalu teknis atau saling bertabrakan, bikin tambah pusing sebelum masuk dapur.

Kalau dibahas pelan-pelan, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit sebenarnya punya karakter masing-masing yang cukup mudah dipahami dengan cara yang sederhana, seperti yang banyak dibahas dan dikutip dari ptpnxiv.com dan sumber lainnya. Pembahasannya pun bukan soal mana yang paling sempurna atau paling benar, tapi lebih ke cocok atau tidaknya dengan kebutuhan dapur, cara memasak, dan kebiasaan konsumsi sehari-hari.

Dari situ, pilihan minyak goreng bisa diambil dengan lebih tenang dan masuk akal, tanpa perlu ikut-ikutan tren atau merasa khawatir berlebihan saat menggunakannya.

Mengenal Minyak Kelapa dan Mnyak Kelapa Sawit dari Bahan Dasarnya

Minyak kelapa berasal dari daging buah kelapa yang diperas dan diolah, baik melalui proses tradisional maupun modern. Di beberapa daerah, minyak kelapa bahkan masih dibuat secara rumahan dengan cara dipanaskan perlahan sampai minyaknya keluar.

Karena berasal dari kelapa, aroma dan rasanya cenderung lebih khas, apalagi jika belum melalui proses pemurnian yang panjang. Inilah yang bikin minyak kelapa sering dipakai untuk masakan tertentu atau kebutuhan non-masakan seperti perawatan tubuh.

Sementara itu, minyak kelapa sawit berasal dari buah pohon sawit yang diolah secara industri dalam skala besar. Warna minyak sawit mentah biasanya kemerahan karena kandungan beta-karoten, meskipun yang beredar di pasaran umumnya sudah melalui proses pemurnian sehingga warnanya lebih jernih.

Minyak sawit dikenal lebih stabil untuk suhu tinggi dan produksinya sangat melimpah, itulah sebabnya minyak ini jadi andalan untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri makanan.

Kalau dilihat dari bahan dasarnya saja, sudah kelihatan kalau keduanya punya jalur produksi dan karakter yang berbeda. Minyak kelapa lebih lekat dengan kesan alami dan tradisional, sementara minyak sawit identik dengan efisiensi dan skala besar. Dari sini, perbedaan fungsi dan dampaknya mulai terasa.

Perbedaan Kandungan Lemak dan Pengaruhnya bagi Tubuh

Minyak kelapa dikenal tinggi lemak jenuh, tapi jenis lemak jenuhnya didominasi oleh asam lemak rantai menengah atau MCT. Lemak jenis ini sering disebut lebih cepat diolah tubuh menjadi energi, sehingga tidak mudah disimpan sebagai lemak. Karena itu, minyak kelapa sering dikaitkan dengan diet tertentu dan dianggap lebih bersahabat untuk metabolisme, meskipun tetap harus dikonsumsi dalam jumlah wajar.

Minyak kelapa sawit juga mengandung lemak jenuh, tetapi komposisinya lebih seimbang karena ada campuran lemak tak jenuh tunggal dan ganda. Kandungan asam oleat dalam minyak sawit mirip dengan yang ada pada minyak zaitun, meski kadarnya tentu berbeda. Selain itu, minyak sawit juga mengandung vitamin E dalam bentuk tokotrienol yang dikenal sebagai antioksidan.

Dari sisi kesehatan, sebenarnya keduanya tidak bisa langsung dicap baik atau buruk. Dampaknya sangat bergantung pada seberapa sering dikonsumsi, cara pengolahannya, dan pola makan secara keseluruhan. Menggoreng berulang kali dengan minyak apa pun tetap berisiko, sedangkan penggunaan yang sewajarnya bisa meminimalkan efek negatifnya.

Soal Rasa dan Hasil Masakan

Minyak kelapa punya aroma dan rasa yang cukup terasa, terutama jika menggunakan minyak kelapa murni atau yang diproses secara minimal. Untuk beberapa jenis masakan, aroma ini justru jadi nilai tambah, misalnya pada masakan tradisional atau kue tertentu. Tapi untuk masakan yang ingin mempertahankan rasa asli bahan, minyak kelapa kadang dianggap terlalu dominan.

Minyak kelapa sawit cenderung lebih netral setelah dimurnikan, sehingga tidak banyak mengubah rasa makanan. Inilah alasan kenapa minyak sawit sering dipakai untuk menggoreng ayam, tempe, tahu, atau makanan yang dijual massal. Hasil gorengannya stabil, warnanya bagus, dan rasanya tetap konsisten meskipun dipakai di berbagai jenis masakan.

Dari sisi dapur sehari-hari, pilihan minyak sering kali bukan soal teori, tapi soal hasil akhir di piring. Ada masakan yang terasa lebih pas dengan minyak kelapa, ada juga yang justru lebih cocok pakai minyak sawit karena rasanya lebih aman dan tidak mengganggu bumbu utama.

Mana yang Sebaiknya Dipilih untuk Konsumsi Sehari-hari?

Memilih antara minyak kelapa dan minyak kelapa sawit sebenarnya kembali ke kebutuhan dan kebiasaan masing-masing. Jika ingin aroma khas dan penggunaan terbatas, minyak kelapa bisa jadi pilihan. Jika butuh minyak serbaguna untuk menggoreng sehari-hari dengan harga lebih terjangkau, minyak sawit masih jadi andalan banyak rumah tangga.

Yang paling penting adalah tidak mengonsumsi secara berlebihan dan tidak memakai minyak goreng secara berulang kali sampai berubah warna dan bau. Kombinasi pola makan seimbang, cara masak yang tepat, dan variasi sumber lemak jauh lebih berpengaruh dibanding sekadar memilih satu jenis minyak saja.

Pada akhirnya, minyak kelapa dan minyak kelapa sawit bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya sama-sama punya peran di dapur, dengan fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Selama dipakai dengan bijak, tidak berlebihan, dan disesuaikan dengan kebutuhan memasak, minyak kelapa maupun minyak sawit tetap bisa jadi bagian dari menu sehari-hari tanpa perlu saling dibandingkan secara berlebihan.

(Agustina Wulandari )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya