Karena berasal dari kelapa, aroma dan rasanya cenderung lebih khas, apalagi jika belum melalui proses pemurnian yang panjang. Inilah yang bikin minyak kelapa sering dipakai untuk masakan tertentu atau kebutuhan non-masakan seperti perawatan tubuh.
Sementara itu, minyak kelapa sawit berasal dari buah pohon sawit yang diolah secara industri dalam skala besar. Warna minyak sawit mentah biasanya kemerahan karena kandungan beta-karoten, meskipun yang beredar di pasaran umumnya sudah melalui proses pemurnian sehingga warnanya lebih jernih.
Minyak sawit dikenal lebih stabil untuk suhu tinggi dan produksinya sangat melimpah, itulah sebabnya minyak ini jadi andalan untuk kebutuhan rumah tangga hingga industri makanan.
Kalau dilihat dari bahan dasarnya saja, sudah kelihatan kalau keduanya punya jalur produksi dan karakter yang berbeda. Minyak kelapa lebih lekat dengan kesan alami dan tradisional, sementara minyak sawit identik dengan efisiensi dan skala besar. Dari sini, perbedaan fungsi dan dampaknya mulai terasa.
Minyak kelapa dikenal tinggi lemak jenuh, tapi jenis lemak jenuhnya didominasi oleh asam lemak rantai menengah atau MCT. Lemak jenis ini sering disebut lebih cepat diolah tubuh menjadi energi, sehingga tidak mudah disimpan sebagai lemak. Karena itu, minyak kelapa sering dikaitkan dengan diet tertentu dan dianggap lebih bersahabat untuk metabolisme, meskipun tetap harus dikonsumsi dalam jumlah wajar.