“Sepsis itu infeksi ke seluruh tubuh. Nah, kalau sudah sepsis itu sudah hampir pasti ke kematiannya, karena sudah berat biasanya,” imbuh dr. Wisnu.
Lalu, apa yang bisa dilakukan masyarakat agar terhindar dari virus Nipah? Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Wisnu menyarankan agar masyarakat mencuci bersih buah yang akan dikonsumsi. Sebab, alur penularan virus Nipah ini terjadi melalui air liur hewan kelelawar yang terdapat pada buah.
“Semua buah sebaiknya memang dicuci bersih, dikupas sampai bersih. Kalau daging dimasak sampai matang, tapi kalau buah kan enggak mungkin kita masak, jadi dicuci bersih,” jelasnya.
Dr. Wisnu juga mengimbau bagi mereka yang pekerjaannya berkaitan dengan hewan seperti kelelawar dan babi agar tetap memakai alat pelindung diri seperti sarung tangan, masker, kacamata, topi, hingga pakaian double.
Untuk diketahui, virus Nipah menjadi sorotan karena tingkat kematiannya yang tinggi. Data Kementerian Kesehatan mencatat, rata-rata angka kematian (case fatality rate) diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75%. Rerata tersebut dapat berbeda tergantung pada kemampuan wilayah setempat dalam melakukan penyelidikan epidemiologi, surveilans, dan manajemen klinis kasus.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)