Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus Jujur

Niko Prayoga , Jurnalis
Sabtu 31 Januari 2026 17:43 WIB
Kakek Penjual Es Gabus Ketahuan Bohong, Dedi Mulyadi: Kalau Ingin Hidup Maju Harus Jujur (Foto: Instagram)
Share :

Dedi sempat terkejut dengan nominal yang diungkap sang kakek. Pasalnya, nominal tersebut tidak sesuai dengan ungkapan sang kakek sebelumnya, yakni menunggak bayaran selama satu bulan. Apalagi, cucunya bersekolah di sekolah negeri.

“Sebulannya katanya 200. Harus dipastiin dulu sama saya. Saya yakin bukan sekolah negeri, deh. Enggak mungkin, Pak, sekolah negeri SD bayar 200,” tutur Dedi.

Mendapati keterangan yang berubah-ubah dan tidak sinkron, Dedi Mulyadi langsung memberikan teguran. Ia mengingatkan bahwa kesulitan hidup tidak boleh dijadikan alasan untuk memanipulasi fakta, terutama saat mendapat empati dan bantuan.

"Bapak ini empat bulan apa sebulan sekolahan belum bayarannya? Sebulan. Berarti 200 dong, bukan sejuta setengah. Jangan ngarang. Kalau ingin hidup maju harus jujur. Kalau kitanya tidak jujur, nanti banyak dapat susah dalam hidupnya," tegas dia.

Meski demikian, jiwa sosial Dedi Mulyadi tidak surut. Ia memutuskan untuk melunasi seluruh beban utang sang kakek dengan total mencapai Rp10.000.000.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya