“Gue akan bersama dalam susah dan senang, dan itu yang gue pegang. Jadi kenapa harus ditinggal? Dia butuh ditolong, dia butuh bantuan. Kenapa harus ditinggal? Itu bukan pertanyaan sih sebenarnya. Jadi buat gue, itu bukan pertanyaan. Ih, jangan nangis dong. Gue harus ada terus buat dia,” sambungnya.
Menurut Beby, keputusan untuk pergi bukanlah langkah yang tepat dalam menghadapi badai rumah tangga.
“Nggak lah, masa ditinggal. Kan kita berjanji selamanya, senang dan susah bersama, suka dan duka bersama, sehat dan sakit bersama. Ya kenapa harus ditinggal? Orang yang kayak gini jangan ditinggal, ini harus ditolong,” tegasnya.
Selama masa rehabilitasi, Beby mengaku sering menjenguk sang suami untuk sekadar melepas rindu hingga membawakan keperluan sehari-hari.
“Iya, aku selalu ke sini. Tiga kali seminggu aku datang ke sini. Masih datang, ya karena Onad kan orangnya apa ya, dia itu agak rentan atau sensitif. Jadi kalau aku ke sini ya buat nguatin dia,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)