Senyapnya Praktik Child Grooming Tapi Fatal dan Traumatis bagi si Korban

Rani Hardjanti, Jurnalis
Minggu 25 Januari 2026 17:15 WIB
Senyapnya Praktik {Child Grooming} Tapi Fatal dan Traumatis bagi si Korban. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Praktik child grooming berlaku senyap, tapi fatal dan traumatis bagi si korban. Lalu bagaimana mengatasinya? 

Praktik child grooming kerap berlangsung melalui pendekatan yang tampak ramah, penuh perhatian, dan sulit dikenali sejak awal. Kasus yang belakangan mencuat dan dialami oleh Aurelie Moeremans sejak usia remaja menjadi gambaran bagaimana relasi antara orang dewasa dan anak dapat dibangun secara perlahan hingga menciptakan ketergantungan emosional yang berbahaya.

Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Cahyo Setiadi Ramadhan, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa pola tersebut merupakan karakteristik utama child grooming. 

Dalam praktik ini, pelaku secara bertahap membangun kedekatan emosional dengan anak sebelum akhirnya memanfaatkan relasi tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Child grooming dilakukan melalui proses yang perlahan dan manipulatif. Pelaku berupaya menciptakan ketergantungan emosional anak. Ketika anak sudah merasa aman dan bergantung, di situlah pelaku mulai mengambil keuntungan dari relasi tersebut, yang paling sering berujung pada eksploitasi seksual,” jelas Cahyo dikutip Kemendisaintek, Minggu (25/1/2026). 

Dalam sejumlah kasus, child grooming bahkan berakhir pada relasi yang tampak sah secara sosial, seperti pernikahan. Namun, menurut Cahyo, kondisi tersebut tidak serta-merta menghapus unsur eksploitasi. 

Relasi yang dibangun sejak anak berada dalam posisi rentan tetap menyimpan ketimpangan kuasa, sehingga sulit menghadirkan hubungan yang setara dan sehat.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya