Apalagi, telur kaya akan beberapa kandungan yang mendukung perkembangan otak anak.
Mulai dari kandungan Kolina, yakni nutrisi penting untuk fungsi otak dan daya ingat.
Telur juga mengandung protein hewani berkualitas tinggi, yang membantu pertumbuhan jaringan tubuh dan otak.
Lalu, vitamin B12, D, dan asam lemak omega-3, yang mendukung perkembangan sistem saraf, serta lutein dan zeaxanthin, antioksidan untuk mata dan otak.
Sebuah studi di jurnal Pediatrics menunjukkan bahwa pemberian 1 telur per hari kepada anak usia 6–9 bulan selama enam bulan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan mereka dan mencegah stunting.
Hasil penelitian dari Washington University in St. Louis yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics (2017) menyebutkan, bahwa bayi yang diberi satu butir telur setiap hari selama enam bulan mengalami peningkatan signifikan dalam pertumbuhan fisik mereka, serta mengalami penurunan risiko stunting hingga 47%.
Sementara itu, penelitian dari University of North Carolina (UNC) Chapel Hill menemukan bahwa kolina, yang banyak ditemukan dalam telur, berkontribusi terhadap peningkatan daya ingat, kemampuan belajar, dan kecerdasan kognitif anak.
Studi tersebut bahkan menyimpulkan bahwa kolina merupakan nutrisi penting dalam fase perkembangan otak anak yang berkaitan langsung dengan peningkatan IQ.
Anak-anak yang mendapat cukup kolina selama masa tumbuh kembangnya menunjukkan kemampuan kognitif yang lebih baik dibandingkan mereka yang kekurangan nutrisi tersebut.
Kelebihan lain dari telur adalah harganya yang terjangkau. Dibandingkan sumber protein hewani lain seperti daging atau ikan laut, telur bisa dinikmati oleh semua kalangan.
Jadi, tidak ada alasan lagi untuk tidak menyisipkan satu butir telur dalam menu anak setiap harinya.