PENGALAMAN tidak menyenangkan dialami seorang selebgram saat berlibur ke sebuah pantai di Bali. Wanita itu mengaku mendapat perlakuan diskriminatif sebagai wisatawan lokal dari oknum pedagang.
Rita Nurmaliza, bercerita melalui unggahan video yang dibagikan ulang oleh akun Instagram @infobali.viral. Ia mengaku mendapat perlakukan tidak pantas hanya karena berstatus sebagai turis lokal.
"Baru kali ini ngerasa didiskriminasi sebagai turis lokal di Bali," kata influencer itu mengawali curhatnya.
Rita mengatakan, saat itu dirinya sedang mengunjungi Pantai Padang-padang, Uluwatu. Pantai ini memang dikenal sebagai spot berselancar dan berjemur yang rata-rata dikunjungi wisatawan asing. Pantai yang tidak terlalu luas itu dipadati WNA dan hanya sedikit turis lokal yang berada di lokasi.
Di sepanjang pantai juga terdapat pedagang yang menjual air kelapa, kain bali, bir, pakaian, suvenir, dan lainnya. Rita datang ke pantai untuk menemani sang kekasih surfing.
(Foto: Instagram/@infobali.viral)
Sambil menunggu kekasihnya itu, Rita berencana untuk bersantai di pinggir pantai dan ingin berjemur sambil meneguk air kelapa layaknya turis asing di tempat wisata itu.
"Aku pengen beli air kelapa dong. Yaudah, dateng lah nih ke salah satu warung yang deket sama tempat aku," beber Rita.
Saat dia mendatangi pedagang kelapa muda, wanita itu mengatakan kepada pedagang tersebut bahwa ia ingin kelapanya yang muda agar bisa sekaligus dinikmati isi atau daging dari kelapanya. Hal tersebut pun disetujui oleh penjual. Namun, saat kelapa tersebut dipotong, ternyata kelapa itu tua dan isinya keras.
"Yah, ga ada yang mudaan dikit ya Bli?" tanyanya dengan sopan kepada si pedagang.
Sayangnya, pedagang itu malah menjawabnya dengan penuh emosi. Oknum itu meninggikan suaranya dan menyebutnya terlalu repot sehingga Rita diminta untuk membeli di tempat lain saja. Penjual itu memarahinya dengan menggunakan bahasa Bali, tetapi sangat jelas bahwa bahasanya kasar dan membentak.