Aktivitas memasak air pun dilakukan di ruang terbuka bagian belakang yang menempel bangunan induk. Sedangkan di bagian belakang kanan bangunan induk, disediakan akses untuk mengambil es dalam plastik yang tersimpan di dalam kotak pendingin.
Untuk menghubungkan akses dari bangunan induk dengan bangunan dua lantai, ditempatkan kayu di bagian atasnya yang berfungsi sebagai lorong. Tidak jauh dari situ terdapat 'bengkel' yang berisi tumpukan spare part dari sepeda.
Sementara itu di bangunan dua tingkat tersebut, terdapat beberapa kamar yang berukuran besar dan luas. Di sana, para penjual Kopi Starling beristirahat secara bersama-sama.
Untuk akses menuju lantai dua, pengelola menyediakan tangga yang terbuat dari kayu. Di bagian bawahnya, disediakan dua kamar mandi untuk aktivitas sehari-hari.
"Mereka tidak dipungut biaya selama tinggal di sini, hanya semua kebutuhan jualan harus mengambil dari warung yang disediakan," tutur Subhan.
(Kemas Irawan Nurrachman)