“Banyak yang kami masukkan kayak garis-garis, semua detail kecil, tapi diterapin di baju ready to wear yang bisa dipakai sehari-hari,” ucap Hian Tjen.
Dengan ambisi yang berapi-api dari para desainer ini tentu mengahasilkan beragam koleksi seperti kemeja, blazer, vest, tanktop, aneka jenis rok, korset, dan lain sebagainya.
Tidak hanya itu, meskipun koleksi ini juga mengutamakan busana sebagai ready to wear sehari-hari, akan tetapi tetap dapat digunakan dan tidak termakan oleh waktu. Misalnya dengan potongan asimetris pada salah satu busana dengan penambahan kancing berbentuk mutiara sebagai ststement dalam item fashion.
Koleksi ini juga menghadirkan busana tidak hanya untuk perempuan non hijab, tetapi juga cocok untuk pengguna hijab dengan menggunakan item seperti kemeja panjang loose yang dipadupadankan dengan rok panjang.
Dalam kolaborasi bertajuk “Rendezvous” Bilson Leo selaku Head Marketing pun berharap semoga brand lokal bisa membawa nama baik Indonesia ke manca negara, dengan membawa koleksi-koleksi ready to wear.
“Plan untuk kedepan ini kita ingin menjadi brand lokal yang bisa membawa nama Indonesia pastinya ya ke luar (negeri) seperti Hian Tjen yang bisa ke luar negeri juga, dan mungkin kita juga bisa membawa mungkin di ready to wearnya,” kata Bilson.
(Endang Oktaviyanti)