Wanita yang akrab disapa Novi ini menceritakan proses pengerjaan yang cukup panjang. Dia bersama timnya membuat konsep acara sejak Oktober 2022 lalu. Kemudian mulai penggarapan serius tiga bulan terakhir ini.
"Ibaratnya seperti mencakul di tanah tandus, jadi kadang-kadang cangkulnya patah, dalam artian patah semangat tapi karena kita mau cari cangkul baru. Proses ini mendewasakan kita untuk lebih concern lagi pada budaya, karena kalau bukan kita siapa lagi," tuturnya.
Novi pun berpesan kepada generasi muda bahwa boleh menyukai budaya luar tapi juga harus memberikan ruang untuk budaya sendiri.
"Semoga nanti yang nari atau terlibat bukan kita yang tua, kita mau buka jalan, nggak ada negara yang punya kebudayaan seunik, sekaya, dan sebagus Indonesia. Kalau kita bisa garap dengan benar anak muda kita yang bahagia," tuturnya.
(Leonardus Selwyn)