SEIRING dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, tiap tahunnya, ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga diri dari gangguan yang menyerang kesehatan jiwa tersebut.
Salah satunya yang paling familiar di masyarakat, yakni depresi. Tak dipungkiri, sebagian orang jarang menyadari serta mengabaikan tanda-tanda alias gejalanya.
Hampir setiap orang pernah merasakan sedih, namun tak semua mengalami depresi yang mana memengaruhi kesehatan mentalnya. Akan tetapi jika seseorang terkena depresi dan dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, maka akan berpengaruh terhadap suasana hati, cara berpikir hingga menimbulkan penyakit yang memengaruhi kesehatan tubuh.
Senior salah satu perguruan tinggi di Claremont, California, E. Mollie Kashuk mengatakan, depresi menutup hubungan dengan orang lain, menghambat kreativitas, dan yang terburuk adalah mematikan harapan hidup.
Tidak hanya itu, depresi juga sering menyebabkan rasa sakit emosional yang dalam. Tak hanya kepada seseorang saja yang mengalaminya, tetapi juga pada keluarga serta teman terdekat orang tersebut.
BACA JUGA:
“Ini bukan apa yang orang pikirkan, tindakan malas atau kurangnya keinginan untuk berubah," jelas Mollie seperti dikutip dari Everyday Health, Selasa (10/10/2023)
Lantas seperti apa tanda atau gejala-gejala depresi yang sering tak disadari banyak orang? Merujuk pada American Psychiatric Association's current Diagnostic and Statistics Manual of Mental Disorders (DSM-5), yang merupakan panduan diagnostik yang digunakan oleh sebagian besar profesional kesehatan mental.
Berikut delapan gejalanya, yang mana jika dialami hampir setiap hari, kemungkinan orang tersebut bisa didiagnosis dengan gangguan depresi mayor ( MDD ) atau lebih diikenal sebagai depresi klinis. Berikut ini delapan gejala yang dimaksud, yakni;
1. Terus-menerus merasa menangis, kosong atau tidak berharga.
2. Memiliki sedikit minat atau kesenangan pada pekerjaan, hobi, teman, keluarga, dan hal lain yang pernah Anda nikmati sebelumnya.
3. Perhatikan perubahan dramatis naik atau turun nafsu makan Anda atau berat badan yang tidak terkait dengan diet.
4. Sering merasa lesu atau lelah tanpa alasan yang jelas.
5. Mengalami kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan.
6. Anda meremas-remas tangan, mondar-mandir, atau menunjukkan tanda-tanda kegelisahan lain - atau sebaliknya, bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya.
7. Berjuang dengan insomnia atau terlalu banyak tidur.
8. Punya pikiran berulang tentang bunuh diri atau kematian.
Para ahli menyarankan, apabila Anda mengalami gejala tersebut maka segeralah periksakan diri ke ahlinya. Seperti psikiater atau psikoterapis, agar keluhan yang menjurus ke depresi bisa diatasi dan tidak memperburuk kesehatan mental.
(Rizky Pradita Ananda)