Benarkah Kentut Bisa Deteksi Kesehatan Tubuh? Ini Faktanya

Hafid Fuad, Jurnalis
Kamis 05 Oktober 2023 07:03 WIB
Ilustrasi untuk kentut sebagai alat deteksi kesehatan tubuh (Foto: Healthline)
Share :

BANYAK masyarakat yang masih penasaran, benarkah kentut bisa deteksi kesehatan tubuh? Ini faktanya yang bisa jadi petunjuk untuk mengetahui kondisi tubuh.

Kentut masih sering dianggap hal memalukan dalam kehidupan bermasyarakat khususnya di Indonesia. Kentut sejatinya adalah proses alamiah yang menyehatkan tubuh, sehingga kentut juga sangat mungkin menandakan berbagai kondisi tubuh.

 BACA JUGA:

Dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/10/2023), kentut merupakan hasil dari pemrosesan makanan yang sudah kita makan. Namun saat memproses makanan kita juga menelan udara baik saat mengunyah ataupun menelan.

Kemudian udara tersebut menumpuk dalam sistem pencernaan dan butuh untuk dikeluarkan lewat sendawa maupun kentut.

Proses di usus kecil akan bekerja melakukan kontraksi kuat untuk menggerakkan makanan ke usus besar. Namun, terkadang ada beberapa faktor seperti obat-obatan, infeksi atau penyakit tertentu yang mengganggu. Faktor seperti diabetes atau kondisi neuromuskuler atau komplikasi setelah operasi dapat mengganggu proses tersebut.

Ada kemungkinan bakteri yang menetap di usus kecil berkembang secara berlebihan hingga menghasilkan gas tambahan. Bila terjadi iritasi di usus besar maka kondisi kronis memengaruhi usus besar.

Kontraksi otot usus besar bisa jadi lebih kuat atau berlangsung lebih lama. Hal ini yang dapat menyebabkan gejala seperti gas, kembung, kentut, dan diare.

Sebaliknya kontraksi otot juga bisa melemah, membuat perlambatan pergerakan usus dan menyebabkan sembelit.

Jika mengalami kentut berkali-kali, tapi tidak berbau, boleh jadi pengaruh makanan nabati seperti kacang, lentil, asparagus, dan pisang hijau yang telah kamu konsumsi.

Makanan-makanan ini menghasilkan gas di dalam pencernaan. Namun kacang-kacangan mengandung prebiotik, yang bekerja memberi makan bakteri sehat dalam usus.

Kalau kentut beruntun disertai bau, mungkin saja terjadi intoleransi makanan, yakni kondisi ketika tubuh kekurangan enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan dengan baik. Kondisi ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi laktosa (susu) dan gluten (gandum).

Beda lagi dengan kentut yang berbau sangat busuk disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri di jalur pencernaan.

Jika mengalami kentut yang berbau busuk terus menerus dan mengalami gejala tambahan seperti penurunan berat badan, kembung, mual, kelelahan, atau pendarahan, harus segera periksakan diri ke dokter.

Pasalnya, kondisi tersebut bisa menandakan malabsorpsi, gejala yang sering menandai penyakit Celiac, penyakit Crohn atau pertumbuhan bakteri usus kecil secara berlebihan.

(Hafid Fuad)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya