Lantas, apa saja penyebab dari kanker getah bening?
Sejauh ini, belum ada kesimpulan pasti dari para pakar terkait penyebab penyakit limfoma. Namun ada beberapa faktor yang diduga kuat bisa meningkatkan risiko terkena kanker kelenjar getah bening.
Mulai dari riwayat masalah sistem kekebalan tubuh, keturunan, mengalami infeksi tertentu misalnya virus Epstein-Barr dan bakteri Helicobacter pylori yang dikaitkan dengan limfoma, obesitas, banyak konsumsi lemak, daging serta susu dan turunannya, hingga efek perawatan kanker lain dengan radiasi dan kemoterapi.
Selain menimbulkan rasa sakit di bagian punggung atau tulang belakang, sehingga membuat para penderita harus menggunakan kursi roda, kanker getah bening juga memiliki sejumlah gejala lain.
Tanda peringatan limfoma kerap tak terasa dan bisa hingga berbulan-bulan kemudian pasien merasa ada yang salah dalam tubuhnya.
Gejala yang paling umum muncul adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan adanya benjolan di ketiak, leher, wajah, atau selangkangan.
Gejala lainnya termasuk demam, berkeringat di malam hari, kehilangan selera makan, gatal-gatal, napas pendek, penurunan berat badan tanpa penyebab jelas, kelelahan terus-menerus, nyeri di bagian perut, perut membengkak dan batuk-batuk.
(Dyah Ratna Meta Novia)