Apa Itu Kanker Kelenjar Getah Bening, Sempat Diderita Mendiang CEO General Electric Handry Satriago

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 18 September 2023 15:55 WIB
Mendingan Handry S. (Foto: Okezone)
Share :

KABAR duka datang CEO General Electric (GE) Indonesia Handry Satriago. Orang nomor satu di perusahaan paling tua tersebut meninggal dunia pada Sabtu (16/9) di usia 54 tahun. Almarhum menjadi CEO termuda di perusahaan itu dari tahun 2011.

Sejak usia 17 tahun, ia harus menggunakan kursi roda karena divonis dokter memiliki kanker kelenjar getah bening di tulang belakangnya.

 

Lalu apa itu kanker kelenjar betah bening?

Melansir laman Primaya Hospital, Kanker kelenjar getah bening disebut juga dengan penyakit limfoma. Jenis kanker satu ini berkembang dalam sel darah putih (limfosit) pada sistem limfatik. Sistem limfatik sebagai bagian dari sistem imun tubuh terdiri atas jaringan kanal kecil yang mirip dengan pembuluh darah.

Kanal-kanal ini menjadi jalur sirkulasi cairan getah bening, nodus/kelenjar getah bening, sumsum tulang, dan beberapa organ lain, termasuk limpa. Semua organ ini terdiri atas limfosit.

Terdapat dua jenis limfoma, yakni Hodgkin (HL) dan non-Hodgkin (NHL). Ada sejumlah perbedaan limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Salah satu perbedaan yang menentukan adalah pada pasien limfoma Hodgkin ditemukan sel Reed-Sternberg dalam biopsi atau pemeriksaan sampel jaringan kelenjar getah bening.

Sedangkan pada pasien limfoma non-Hodgkin tidak. Limfoma Hodgkin alias penyakit Hodgkin jauh lebih jarang terjadi dibanding limfoma non-Hodgkin. Setiap jenis dan subjenis limfoma bervariasi dalam hal presentasi klinis, penyebaran, strategi perawatan, dan prognosis jangka panjang.

 BACA JUGA:

Diperlukan penanganan oleh tim dokter dan perawat yang komplet dan berbagai prosedur medis yang untuk merawat pasien penyakit limfoma.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya