SIAPA yang sudah tidak sabar dapat Tunjangan Hari Raya (THR)? Nah, mungkin beberapa dari kalian sudah punya rencana mau dipaaki untuk apa THR tersebut.
Tapi, jangan sampai setelah menerima THR keuangan malah jebol karena terlalu banyak keperluan yang dibeli. Agar tetap stabil, pakar-pakar keuangan ternama mengatakan bahwa perencanaan keuangan merupakan hal yang sangat penting. Berikut ini, lima kiat cermat dan sederhana untuk mengatur keuangan, sebagaimana tertulis dalam siaran pers Tiket.com.
Alokasikan untuk zakat dan sedekah
Umat Islam memiliki kewajiban menunaikan zakat fitrah dari setiap anggota keluarganya yang masih menjadi tanggungan. Alokasikan sekitar 10 persen dari dana THR untuk berzakat, sedekah, dan memberikan bantuan sosial kepada sesama.
Prioritaskan untuk kebutuhan
Prioritaskan penggunaan dana THR untuk kebutuhan Lebaran diantaranya THR untuk para pekerja di rumah, angpao untuk saudara dan keponakan, serta hidangan Lebaran termasuk dalam kategori kebutuhan Lebaran. Jika Anda berencana menghabiskan libur Lebaran dengan mudik dengan keluarga, usahakan agar dana ini dialokasikan dari THR. Idealnya, penggunaan THR maksimal 50-70 persen untuk segala urusan Lebaran.
Jangan lupakan tabungan, investasi, dana darurat, dan Idul Adha
Sebaiknya, dana THR tetap disisihkan sebesar 10 persen untuk keperluan tak terduga. Sisihkan juga 10 persen untuk keperluan hewan kurban saat Idul Adha. Sisa dananya dapat Anda gunakan untuk berinvestasi.
Lunasi utang konsumtif
Salah satu checklist penting dengan urgensi tinggi adalah pembayaran hutang konsumtif agar penabung dapat bebas dari beban hutang yang menyeret, sehingga bisa mulai mengalokasikan dana untuk keperluan-keperluan primer lainnya.
Bijak dalam memilih moda transportasi untuk mudik
Transportasi adalah salah satu pengeluaran yang mampu jadi faktor penentu jadi atau tidaknya rencana perjalanan atau mudik. Dalam merealisasikan budget mudik, masyarakat harus jeli memanfaatkan berbagai program promo diskon bernilai agar dana transportasi tidak membengkak.
(Martin Bagya Kertiyasa)