Levis Mulai Gunakan AI Sebagai Model

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Senin 27 Maret 2023 17:21 WIB
Model AI yang Akan Digunakan Levi's. (Foto: Levi's)
Share :

KECERDASAN buatan atau Artificial Intelligence (AI) memang sudah banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Baru-baru ini, AI memang marak digunakan untuk asisten yang membantu menjawab persoalan.

Tapi fungsi AI bukan hanya terbatas dalam tulisan, bahkan AI mampu mengedit foto. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, ramai foto yang memperlihatkan mantan presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ditangkap. Tapi, setelah diselidiki foto tersebut merupakan hasil editan dari AI.

Nah, ternyata AI juga dipakai untuk menggambarkan model loh. Levi Strauss & Co baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan Lalaland.ai, sebuah studio mode digital yang menghasilkan model buatan menggunakan AI yang dapat disesuaikan.

Akhir tahun ini, mereka berencana menguji teknologi ini dengan menggunakan model AI untuk melengkapi model manusia dan meningkatkan jumlah serta keragaman model secara berkelanjutan pada produk mereka.

Lalaland.ai didirikan di Amsterdam pada tahun 2019 dan menggunakan kecerdasan buatan yang canggih untuk memungkinkan merek fesyen dan pengecer membuat model hiper-realistis dari setiap tipe tubuh, usia, ukuran, dan warna kulit.

Dengan model ini, perusahaan bertujuan untuk menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih inklusif, pribadi, dan berkelanjutan untuk merek, pengecer, dan pelanggan fesyen.

"Meskipun AI kemungkinan besar tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan model manusia bagi kami, kami sangat antusias dengan kemampuan potensial yang dapat kami berikan untuk pengalaman konsumen," kata Kepala strategi teknologi digital dan emerging global di Levi Strauss & Co. Dr. Amy Gershkoff Bolles dikutip Antara dari laman resmi Levi Strauss & Co.

"Kami melihat mode dan teknologi sebagai seni dan sains, dan kami senang dapat bermitra dengan Lalaland.ai, perusahaan dengan teknologi berkualitas tinggi yang dapat membantu kami melanjutkan perjalanan kami untuk lingkungan yang lebih beragam dan inklusif untuk pengalaman pelanggan," sambung dia.

Levi Strauss & Co. menyadari bahwa pelanggan ingin berbelanja dengan model yang terlihat seperti mereka, dan perusahaan percaya model yang digunakan harus mencerminkan konsumen mereka. Saat ini, ketika pelanggan berbelanja di situs web Levi.com atau di aplikasi mereka, biasanya hanya ada satu model untuk setiap produk.

Oleh karena itu, Levi Strauss & Co terus mendiversifikasi model manusia mereka dalam hal ukuran, tipe tubuh, usia, dan warna kulit. Teknologi AI tersebut dinilai dapat membantu perusahaan dengan melengkapi model dan membuka masa depan, di mana mereka dapat memungkinkan pelanggan untuk melihat produk pada lebih banyak model yang mirip dengan mereka, menciptakan pengalaman berbelanja yang lebih pribadi dan inklusif.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya