“Yang pertama adalah karena kita benar-benar sayang dengan hewan. Yang kedua karena keluarga kita pun sayang. Nah karena banyak kasus ini istrinya ingin pelihara hewan, tapi suaminya nggak dukung. Alhasil ketika si kucing sakit, butuh biaya, si suami nggak mau bantu. Sedangkan istri ibu rumah tangga. Ujungnya yaudah buang aja kucing, itu masalah,” tutur Anggara, dalam Podcast Aksi Nyata, di Youtube Partai Perindo, Rabu, (28/12/2022).
“Atau si anak misal anak SMA ya beli kucing karena seru-seruan, giliran sakit kan banyak support orang tua untuk pembiayaan, tapi orang tuanya nggak suka hewan akhirnya orang tuanya akhirnya bilang yaudah buang aja kucing kampung ini,” lanjutnya.
Pertimbangan selanjutnya ketika kita ingin memelihara kucing, lanjut Anggara, adalah terkait finansial. Pasalnya, tak bisa dipungkiri, memelihara hewan peliharaan tentu akan butuh banyak pengeluaran uang. Baik untuk makan hingga perawatan.
“Nah, yang ketiga finansial, kenapa finansial?
Karena bagaimanapun juga perawatan hewan itu butuh dana. Karena hewan yang kita pelihara itu bukan hewan liar. Bukan kucing hutan yang bisa makan tikus, atau makan hewan-hewan di luar , tapi dia butuh makanan komersil untuk pemenuhan nutrisinya. Dan juga butuh vaksin, obat cacing, obat kutu, dan lainnya,” paparnya.