Meski saat ini Indonesia sudah berupaya membuat perubahan ke arah yang lebih baik dalam peningkatan meningkatkan sanitasi dasar. Tapi disebutkan lebih lanjut, nyatanya masih kurang dari 8 persen rumah tangga memiliki toilet yang terhubung ke septic tank tertutup. Begitu juga dengan sedikitnya rumah tangga yang rutin menerima layanan penyedotan lumpur setidaknya sekali dalam lima tahun terakhir.
Hal ini menyebabkan pengelolaan kotoran yang buruk, yang akhirnya merembes menyebar ke lingkungan sekitar dan sumber air terdekat.
Rendahnya kesadaran masyarakat tentang risiko kesehatan masyarakat dari pengelolaan tangki septik yang tidak memadai, ditambah dengan permintaan rumah tangga yang tidak mencukupi untuk layanan penyedotan lumpur tinja jadi salah satu tantangan utama untuk meningkatkan akses ke sanitasi yang aman. Sebab masih banyak keluarga yang tidak memahami pentingnya, terhubung ke sistem saluran air limbah perpipaaan atau tangki septik tertutup air yang dikosongkan secara berkala.
Menindaklanjuti isu sanitasi buruk ini, saat ini diketahui pemerintah Indonesia tengah mengembangkan peta jalan nasional untuk mempercepat akses sanitasi yang dikelola dengan aman, salah satunya bersama dengan UNICEF dan mitra lainnya.
(Rizky Pradita Ananda)